RSS

Tag Archives: berita muslim

Bagaimana Seorang Muslim Mengelola Berita

Bagaimana Seorang Muslim Mengelola Berita

Oleh : Abu Nabilah

Era kemajuan teknologi saat ini sangatlah pesat. Arus informasi begitu lancar, bahkan kejadian yang terjadi di suatu Negara akan dapat dengan cepat sampai ke Negara lain yang letaknya jauh melewati benua dan lautan.
Berkembangnya arus informasi ini sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia, bahkan menentukan kelangsungan hidup manusia di muka bumi. Seorang pakar informasi pernah mengatakan, “ barang siapa menguasai informasi, maka dia akan menguasai dunia”. Kiranya ungkapan ini tidaklah berlebihan, manakala sebuah informasi yang didapatkan dikelola dengan baik, maka informasi tersebut dapat menjadi langkah awal dalam suatu proses pencapaian tujuan. Pengelolaan dan pemanfaatan informasi atau berita secara tepat dapat menentukan langkah keberhasilan atau kemenangan.

Kita dapat melihat contoh nyata dari sirah perang badar. Manakala Rasulullah Saw bersama para sahabat beliau berhasil mendapatkan berita dari para pedagang yang melintas di daerah antara madinah dan badar, mereka segera dapat mengetahui keberadaan para pasukan kafir quraisy, sehingga Rasulullah Saw beserta para sahabat dapat menentukan strategi yang tepat untuk menghadapi mereka.

Informasi dan berita yang tersampaikan pun bisa membawa kemudharatan dan keburukan, manakala informasi ini tidak dikelola dengan cara yang baik dan tidak dengan tujuan yang baik. Sebagai seorang muslim, Allah SWT dan Rasul-Nya telah mencontohkan bagaimana cara mengelola suatu berita atau informasi, sehingga dapat bermanfaat dan tidak menimpakan suatu keburukan dalam kehidupan ini.

Muslim dapat berkaca pada kejadian masa lampau, manakala fitnah telah menimpa istri Rasulullah Saw, Siti Aisyah ra, dengan tuduhan telah selingkuh. Saat itu dalam perjalanan pulang dari peperangan Bani Musthaliq, Siti Aisyah ra tertinggal di belakang dari rombongan Rasulullah Saw dan akhirnya bertemu dengan sahabat Rasulullah yang bernama Shafwan bin Mu’athal ra. Sahabat ini akhirnya menemani perjalanan pulang Siti Aisyah dengan maksud untuk melindungi beliau. Sesampainya mereka di tempat, kaum munafik termasuk Abdullah bin Ubay bin Salul malah menyebarkan berita bohong bahwa istri nabi, Siti Aisyah ra telah selingkuh dengan Shafwan ra, sehingga berita ini dengan cepat menyebar ke kalangan muslim dan menyebabkan Rasulullah saw gelisah dan beberapa saat tidak menegur istrinya, hingga datang pembelaan langsung dari Allah SWT. Kejadian ini dikenal dengan peristiwa Hadistul Ifki, dan dapat dilihat pada surat An-Nuur (24) : 11-21.

Begitu besar keburukan dan kerusakan yang dapat ditimbulkan oleh suatu berita yang tidak akurat, begitu banyak kemudharatan dan kedzaliman yang akan menimpa suatu kaum dikarenakan berita yang tidak dapat dipertanggung-jawabkan. Oleh sebab itu, agama Islam ini telah mengajarkan kepada kita untuk dapat mengelola berita atau informasi secara bijaksana sesuai dengan Allah SWT syariatkan dan Rasulullah saw contohkan, yaitu :

1. Berbaik Sangka atau Husnudzan
Apabila kita mendapatkan berita ataupun informasi yang buruk tentang saudara muslim kita, maka yang pertama kali harus kita kedepankan adalah membangun prasangka baik kita kepadanya (husnudzan). Boleh jadi bahwa berita buruk yang sampai ke telinga kita adalah berita fitnah dan jauh dari kebenaran, dan boleh jadi berita tersebut adalah benar adanya tetapi juga jauh dari keakuratan. Sehingga alangkah bijaksananya jika kita tidak mempercayai begitu saja berita yang kita dengar tentang saudara muslim kita lainnya apalagi jika berita tersebut disampaikan oleh seorang munafik dan kafir.
Allah SWT berfirman di awal surat Al-Hujurat ayat 12 :


يا أيها الذين آمنوا اجتنبوا كثيرا من الظن إن بعض الظن إثم

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah oleh kalian kebanyakan dari prasangka (kecurigaan), karena sesungguhnya sebagian dari prasangka itu dosa..”
(Qs.49 : 12)

Abu Hurairah ra pernah menyampaikan sebuah hadist Rasulullah Saw yang berbunyi :

إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيْثِ، وَلاَ تَحَسَّسُوْا، وَلاَ تَجَسَّسُوْا، وَلاَ تَنَافَسُوْا، وَلاَ تَحَاسَدُوْا، وَلاَ تَبَاغَضُوْا، وَلاَ تَدَابَرُوْا، وَكُوْنُوْا عِبَادَ اللهَ إِخْوَانًا كَمَا أَمَرَكُمْ، الْمُسْلِمُ أَخُوْ الْمُسْلِمِ، لاَ يَظْلِمُهُ، وَلاَ يَخْذُلُهُ، وَلاَ يَحْقِرُهُ، التَّقْوَى هَهُنَا، التَّقْوَى ههُنَا -يُشِيْرُ إِلَى صَدْرِهِ- بِحَسْبِ امْرِئٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ، كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ دَمُهُ وَعِرْضُهُ وَمَالُهُ، إِنَّ اللهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى أَجْسَامِكُمْ، وَلاَ إِلَى صُوَرِكُمْ، وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوْبِكُمْ وَ أَعْمَالِكُمْ

“Hati-hati kalian dari persangkaan yang buruk (zhan) karena zhan itu adalah ucapan yang paling dusta. Janganlah kalian mendengarkan ucapan orang lain dalam keadaan mereka tidak suka. Janganlah kalian mencari-cari aurat/cacat/cela orang lain. Jangan kalian berlomba-lomba untuk menguasai sesuatu. Janganlah kalian saling hasad, saling benci, dan saling membelakangi. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara sebagaimana yang Dia perintahkan. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, maka janganlah ia menzalimi saudaranya, jangan pula tidak memberikan pertolongan/bantuan kepada saudaranya dan jangan merendahkannya. Takwa itu di sini, takwa itu di sini.” Beliau mengisyaratkan (menunjuk) ke arah dadanya. “Cukuplah seseorang dari kejelekan bila ia merendahkan saudaranya sesama muslim. Setiap muslim terhadap muslim yang lain, haram darahnya, kehormatan dan hartanya. Sesungguhnya Allah tidak melihat ke tubuh-tubuh kalian, tidak pula ke rupa kalian akan tetapi ia melihat ke hati-hati dan amalan kalian.” (HR. ِAl-Bukhari No. 6066 dan Muslim No. 6482)

Read the rest of this entry »

 
6 Comments

Posted by on November 23, 2008 in Akhlaq, Islam Wayz

 

Tags: ,