RSS

Monthly Archives: July 2009

Bijak dalam Menasehati

oleh Rahayu Abdullah

Nasehat dalam Al Qur’an dan Hadits

Dalam perjalanan hidup, nasehat-menasehati merupakan pilar yang sangat utama, bahkan merupakan kewajiban bagi orang yang beriman setiap waktu. Hal ini dapat dilihat dari surah Al Ashr. Surah ini merupakan pegangan paling kuat dalam menjalankan nasehat-manasehati. Bahkan Imam Syafiie, seorang ulama fiqih yang masyhur itu, menyatakan bahwa, jika al-qur’an pun hanya surah al ashr, maka cakupan maknanya sudah cukup.

Dalam surah ini Allah swt bersumpah atas nama waktu (Ashr). Secara bahasa ashr bermakna memeras dan menekan sesuatu hingga apa yang di dalam sesuatu itu keluar. Maka ashr menjadi nama suatu waktu dimana orang yang kerja seharian memeras keringat mulai terbit matahari, pekerjaannya itu telah muali menampakkan hasil. Dan waktu menampakkan hasil itulah disebut waktu ashr. Dan memang dalam kehidupan keseharian adalah demikian, dimana orang kerja dari pagi buta makan hasilnya akan tampak maksimal di waktu ashr.

Read the rest of this entry »

Advertisements
 
11 Comments

Posted by on July 26, 2009 in Akhlaq

 

Tags: ,

The Seven Islamic Daily Habits Dalam Surat Al-Fatihah

bag 1
oleh Abu Ahmad

Mukaddimah

Di masyarakat banyak sekali amalan-amalan mulia yang sudah sejak lama mentradisi. Banyak orang yang mengamalkan doa dan dzikir pagi dan petang. Mereka membacanya setelah shalat subuh dan shalat Maghrib. Di masyarakat Betawi; ada yang biasa baca yasinan pada malam jum’at, dan ada yang membacanya pada jum’at pagi ba’da shalat subuh. Dan kita sering mendengar pembawa acara mengajak kita bersama-sama untuk membaca surat al-fatihah untuk kita hadiahkan kepada orang yang sudah meninggal dunia atau orang yang sedang sakit dan seterusnya.

Namun amalan-amalan mulia tersebut terkesan mulai kehilangan makna aslinya. Dzikir pagi dan petang yang menyuratkan dan menyiratkan pesan evaluasi diri seorang muslim akan pekerjaan hariannya hanya dijadikan wirid setelah wirid setelah shalat. Al-fatihah surat yang teragung itu ternyata hanya dipakai untuk mengirim hadiah kepada orang-orang yang sudah meninggal dunia. Begitu juga dengan surah Yasin yang kandungannya begitu hebat, kin lebih terkesan dijadikan surat untuk seremonial atau untuk orang yang sedang sekarat saja.

Apakah ajaran Islam memang seperti itu? Apakah praktek keberagamaan hanya untuk mengumpulkan pahala akhirat?
Jawabannya adalah bahwa ajaran Islam tidak sekadar bekal buat akhirat, tetapi di dalamnya terdapat kunci-kunci pengantar sukses, ilmu dan peradaban, akhlaq dan etika serta estetika, membawa umatnya tidak sekadar bahagia diakhiratnya kelak, tapi juga memberikan kebahagiaan di dunia, kesuksesan dalam bekerja dan berkarya serta mampu menjadi pemimpin dunia.

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on July 6, 2009 in Akhlaq, Islam Wayz

 

Tags: ,