RSS

Ma’rifatullah[Al-Hafizhu]

13 Nov

ALLAH yang MAHA MEMELIHARA

[ ALHAFIZHU ]

ألحَفِيظُ

Oleh :Abu Nabilah

Ma’rifatullah

Ma’rifatullah atau mengenal Allah adalah hal utama yang harus disempurnakan oleh seorang muslim. Mengapa kita perlu mengenal Allah ?.

Banyak alasan yang mendasar hingga kita perlu mengenal Allah sebagai Dzat yang menciptakan kita dan alam semesta ini, tetapi yang utama dalam mengenal Allah SWT itu adalah untuk lebih meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada-Nya, karena kita telah memahami keberadaan Allah melalui ma’rifatullah.

Alhafizhu, ألحَفِيظُ : ALLAH yang MAHA MEMELIHARA

Salah satu sifat Allah yang harus kita kenal adalah ألحَفِيظُ [Al-Hafizhu], yaitu Allah yang Maha Memelihara.

Sejak manusia di rahim ibundanya hingga ia dipanggil kembali ke hadapan Allah, maka sesungguhnya segala kehidupannya itu telah Allah gariskan, telah Allah atur dan pelihara. Bahkan sebelum penciptaan makhluq di bumi ini, Allah telah lebih dahulu menciptakan alam semesta ini dengan penuh kesempurnaan, dan Allah SWT yang menjaga kesempurnaan itu dengan memelihara agar segala sesuatunya berjalan sesuai dengan kehendak-Nya. Tidak ada yang sia-sia dalam penciptaan Allah SWT, tidak ada kerugian dan kesalahan dari penciptaan-Nya, sebagaimana ditegaskan oleh Allah SWT dalam firman-Nya :

إن في خلق السماوات والأرض واختلاف الليل والنهار لآيات لأولي الألباب

الذين يذكرون الله قياما وقعودا وعلى جنوبهم ويتفكرون في خلق السماوات والأرض ربنا ما خلقت هذا باطلا سبحانك فقنا عذاب النار

(190) Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. (191) (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. [Qs.Al-Imran :190-191]

dari ayat di atas, telah jelas Allah mengklaim bahwa Allah lah yang menciptakan langit, bumi dan seluruh alam semesta. Allah SWT adalah Pencipta alam semesta dan seisinya ini, sehingga hanya Allah lah yang mengenal dan mempunyai kesempurnaan ilmu atas hasil ciptaan-Nya, dan hanya ALLAH lah yang sanggup untuk menjaga dan memelihara hasil ciptaan-Nya itu agar tetap sesuai dengan kehendak-Nya.

Bila kita memikirkan tentang penciptaan alam semesta ini, maka kita akan dapat melihat ke-Maha-an Allah dalam memelihara ciptaan-Nya ini. Allah SWT menciptakan alam semesta ini tanpa cacat, mulai dari asal mula terbentuknya, hingga cara kerja hukum-hukum yang menjaga keteraturan dan keseimbangan pada alam semesta yang senantiasa bergerak, berubah, dan memuai.

SubhanAllah, tiada satupun makhluq yang sanggup menjaga keteraturan dan keseimbangan alam semesta yang dinamis ini, bahkan untuk menjaga orbit bulan sekalipun agar tetap beredar pada garis edar (orbit)nya. Kita dapat membayangkan, berjuta-juta benda langit seperti matahari, bintang, planet, bulan, meteor, dan makhluq hidup disana yang ALLAH sebarkan diantara langit dan bumi, yang senantiasa bergerak dinamis dengan serasi tanpa bertabrakan antara satu dengan lainnya. Padahal jika kita cermati dengan seksama, garis edar (orbit) benda-benda langit tersebut banyak yang saling memotong garis edar satu benda dengan garis edar benda langit lainnya. Yang membuat semua itu tetap teratur dan serasi hanyalah dalam Pemeliharaan Allah SWT. Tidak ada satu makhluq pun yang sanggup menjaga keseimbangan alam tersebut.

Kiranya benar firman Allah :

الذي خلق سبع سماوات طباقا ما ترى في خلق الرحمن من تفاوت فارجع البصر هل ترى من فطور

ثم ارجع البصر كرتين ينقلب إليك البصر خاسأ وهو حسير

(3)Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang ? .(4)Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itupun dalam keadaan payah. [Qs.Al-Mulk : 3-4]

Ayat di atas jelas menyatakan bahwa hanya Ar-Rahman yang Maha Memelihara ciptaan-Nya dalam keseimbangan dan tanpa cacat. Allah SWT yang menjaga segala sesuatunya serasi sesuai kehendak-Nya hingga akhir zaman nanti, bahkan dengan ciptaan alam semesta yang senantiasa bergerak dinamis pun, Allah SWT yang mengatur, memelihara dan menjaga agar masing-masing berjalan sesuai dengan fungsinya. Sedangkan manusia, hanyalah diberi sedikit ilmu oleh Allah SWT untuk memahami ciptaan-Nya tersebut.

Begitupun dengan kehidupan di bumi, semua makhluq ciptaan Allah SWT menjalani kehidupannya sesuai sunnatullah dan Allah SWT memelihara mereka semua. Maha Suci Allah yang tidak melalaikan hak satu makhluq pun dalam kehidupan di bumi. Jika kita melihat fenomena kehidupan makhluq di bumi seperti rantai makanan, maka sebagai orang beriman, kita akan paham bahwa itu adalah salah satu pemeliharaan Allah SWT terhadap keberlangsungan kehidupan makhluq di bumi. Rantai makanan tidak terjadi begitu saja, tetapi itu semua telah diatur oleh Allah SWT dengan cermat dan teliti, hingga makhluq Allah sekecil bakteri pengurai pun bisa tetap mempertahankan kehidupannya di bumi Allah.

Jadi jelaslah, bahwa segala penciptaan langit dan bumi serta makhluq yang mengisinya, semuanya adalah hak dan ciptaan Allah SWT. Tidak ada makhluq yang sanggup menandingi ilmu dan pengetahuan akan ciptaan-Nya kecuali hanya Sang Khaliq, Sang Pencipta. Oleh karena itu hanya Allah SWT sajalah yang sanggup memelihara ciptaan-Nya sesuai dengan Ilmu dan Iradah-Nya.

Allah SWT Maha Memelihara ciptaan-Nya dalam keteraturan dan keseimbangan. Allah SWT Memelihara setiap ciptaan-Nya tanpa cacat dan tidaklah sia-sia, segala sesuatunya telah Allah perhitungan menurut Ilmu-Nya dan segala sesuatunya telah Allah SWT pelihara sesuai dengan hak-Nya.

Maha Kuasa Allah, dan Maha Memelihara atas setiap ciptaan-Nya.

Al-Haqqu mirRabbikum,

Maraji’

  1. ”Al Qur’an Digital”, Freeware versi 2.1, http://www.alquran-digital.com
  2. ”Ma’rifatullah”, Dr. Irwan Prayitno, Pustaka Tarbiatuna, PondokGede-Bekasi
  3. ”Menyingkap Rahasia Alam Semesta”, Harun Yahya, Dzikra, Bandung
 
Leave a comment

Posted by on November 13, 2008 in Akidah, Islam Wayz

 

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: