RSS

Orang yang Terakhir Keluar dari Neraka

Oleh: Mochamad Bugi
Sumber : http://www.dakwatuna.com/2008/orang-yang-terakhir-keluar-dari-neraka/

Abu Hurairah telah menceritakan kepada Atha’ nin Yazid Al-Laitsi bahwa para sahabat telah bertanya kepada Rasululla saw., “Apakah engkau akan melihat Tuhan kami kelak pada hari kiamat?” Maka Rasulullah saw. balik bertanya, “Apakah kamu sekalian merasa kesulitan melihat bulan pada malam purnama?” Mereka menjawab, “Tidak.” Selanjutnya Rasulullah saw, bertanya lagi, “Apakah kalian merasa kesulitan melihat matahari yang tidak ada awan yang menghalangi?” Mereka menjawab, “Tidak.”

Mendengar jawaban itu, Rasulullah bersabda, “Seperti itulah kamu sekalian akan melihat-Nya.” Kemudian Rasulullah saw. meneruskan perkataaannya, “Pada hari kiamat nanti Allah akan mengumpulkan seluruh umat manusia, lalu Allah berfirman kepada mereka, ‘Hendaknya setiap orang mengikuti sesuatu yang disembahnya selama di dunia.’ Oleh karena itu, orang yang menyembah matahari mengikuti matahari, orang yang menyembah bulan mengikuti bulan, dan orang yang menyembah berhala mengikuti berhala. Sedangkan orang-orang munafik dari kalangan umat Muhammad tetap berdiri di tempat dan tidak bergerak sama sekali (karena yang disembah oleh mereka tidak jelas).

Read the rest of this entry »

 
4 Comments

Posted by on December 16, 2009 in Akidah

 

Tags: ,

Bijak dalam Menasehati

oleh Rahayu Abdullah

Nasehat dalam Al Qur’an dan Hadits

Dalam perjalanan hidup, nasehat-menasehati merupakan pilar yang sangat utama, bahkan merupakan kewajiban bagi orang yang beriman setiap waktu. Hal ini dapat dilihat dari surah Al Ashr. Surah ini merupakan pegangan paling kuat dalam menjalankan nasehat-manasehati. Bahkan Imam Syafiie, seorang ulama fiqih yang masyhur itu, menyatakan bahwa, jika al-qur’an pun hanya surah al ashr, maka cakupan maknanya sudah cukup.

Dalam surah ini Allah swt bersumpah atas nama waktu (Ashr). Secara bahasa ashr bermakna memeras dan menekan sesuatu hingga apa yang di dalam sesuatu itu keluar. Maka ashr menjadi nama suatu waktu dimana orang yang kerja seharian memeras keringat mulai terbit matahari, pekerjaannya itu telah muali menampakkan hasil. Dan waktu menampakkan hasil itulah disebut waktu ashr. Dan memang dalam kehidupan keseharian adalah demikian, dimana orang kerja dari pagi buta makan hasilnya akan tampak maksimal di waktu ashr.

Read the rest of this entry »

 
11 Comments

Posted by on July 26, 2009 in Akhlaq

 

Tags: ,

The Seven Islamic Daily Habits Dalam Surat Al-Fatihah

bag 1
oleh Abu Ahmad

Mukaddimah

Di masyarakat banyak sekali amalan-amalan mulia yang sudah sejak lama mentradisi. Banyak orang yang mengamalkan doa dan dzikir pagi dan petang. Mereka membacanya setelah shalat subuh dan shalat Maghrib. Di masyarakat Betawi; ada yang biasa baca yasinan pada malam jum’at, dan ada yang membacanya pada jum’at pagi ba’da shalat subuh. Dan kita sering mendengar pembawa acara mengajak kita bersama-sama untuk membaca surat al-fatihah untuk kita hadiahkan kepada orang yang sudah meninggal dunia atau orang yang sedang sakit dan seterusnya.

Namun amalan-amalan mulia tersebut terkesan mulai kehilangan makna aslinya. Dzikir pagi dan petang yang menyuratkan dan menyiratkan pesan evaluasi diri seorang muslim akan pekerjaan hariannya hanya dijadikan wirid setelah wirid setelah shalat. Al-fatihah surat yang teragung itu ternyata hanya dipakai untuk mengirim hadiah kepada orang-orang yang sudah meninggal dunia. Begitu juga dengan surah Yasin yang kandungannya begitu hebat, kin lebih terkesan dijadikan surat untuk seremonial atau untuk orang yang sedang sekarat saja.

Apakah ajaran Islam memang seperti itu? Apakah praktek keberagamaan hanya untuk mengumpulkan pahala akhirat?
Jawabannya adalah bahwa ajaran Islam tidak sekadar bekal buat akhirat, tetapi di dalamnya terdapat kunci-kunci pengantar sukses, ilmu dan peradaban, akhlaq dan etika serta estetika, membawa umatnya tidak sekadar bahagia diakhiratnya kelak, tapi juga memberikan kebahagiaan di dunia, kesuksesan dalam bekerja dan berkarya serta mampu menjadi pemimpin dunia.

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on July 6, 2009 in Akhlaq, Islam Wayz

 

Tags: ,

Dukungan Sikap Gabungan Muslim Indonesia di Korsel untuk PALESTINA

Oleh : Abu Nabilah

Israel La’natullah telah mengulangi lagi dan lagi kekejamannya di bumi Palestina, 27 Desember 2008. Tidak ada kata takut dan gentar atas desakan dari masyarakat international sepanjang kawan abadinya, Amerika Serikat, tetap mendukung kebrutalan mereka. Tapi kita sebagai seorang muslim juga tak kan henti untuk tetap menyeru dan mendukung perjuangan saudara-saudara kami di Palestina, sebagai bentuk kepedulian kami, sebagai bentuk rasa cinta kami, sebagai wujud keimanan kami pada Allah SWT. “Tidak beriman salah seorang diantara kamu, sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri” (HR. Bukhari-Muslim)

Alhamdulillah saudara-saudara muslim indonesia di Korea Selatan juga mendukung perjuangan rakyat palestina, dan mengecam kekejaman serta penjajahan yang dilakukan oleh Israel la’natullah wa Amerika Serikat Junudusy-Syaithan. Semoga kepedulian kami yang hanya berupa pernyataan dukungan dan penggalangan dana ini, mampu menambah hammasah perjuangan saudara-saudara kami di Palestina. Insya Allah saat Allah berkehendak kelak, kami semua umat muslim di seluruh dunia akan menemani dan menyambut panggilanmu, wahai Palestina tercinta. Allahu Akbar ..!!!

PERNYATAAN SIKAP BERSAMA

GABUNGAN ORGANISASI MUSLIM INDONESIA SE-KOREA SELATAN

TENTANG:

AGRESI ISRAEL KE PALESTINA PADA TANGGAL 27 DESEMBER 2008 DAN PENDUDUKAN ISRAEL DI PALESTINA

Berdirinya Israel sebagai sebuah entitas negara, pada 14 Mei 1948, pada hakikatnya merupakan sebuah bentuk pendudukan atas wilayah bangsa Palestina. Maka tidak mengherankan bahwa dalam perjalanannya, Israel selalu melakukan upaya represif terhadap setiap upaya perjuangan bangsa Palestina. Terlebih, upaya represi yang dilakukan Israel tersebut selalu mendapat “lampu hijau” dari Amerika Serikat dan sekutunya sehingga sampai saat ini Israel dengan leluasa melakukannya tanpa mendapatkan sanksi apapun dari komunitas internasional.

Pendudukan Israel itu pun telah mengakibatkan berbagai bencana bagi bangsa Palestina. Mulai dari sulit berkembang dan hancurnya infrastruktur yang ada, kemiskinan, hingga kejahatan kemanusiaan yang dilakukan oleh pihak Israel terhadap bangsa Palestina. Salah satu bentuk kejahatan kemanusiaan yang dilakukan pihak Israel terjadi baru-baru ini pada tanggal 27 Desember 2008, dimana lebih dari 300 warga sipil Palestina meninggal dalam aksi berdarah yang dilakukan oleh pihak Israel tersebut.

Oleh karena itu, kami gabungan organisasi muslim Indonesia se-Korea Selatan, hari ini, Selasa 30 Desember 2008, menyatakan sikap bahwa kami :

1. Mengecam penyerangan Israel pada tanggal 27 Desember 2008 dan sebelum-sebelumnya, serta mendesak Israel untuk menghentikan saat ini juga penyerangan dan segala pengerahan militer ke Palestina selama-lamanya.

2. Menolak berdirinya negara Israel di tanah Palestina dan mengutuk keras penjajahan Israel terhadap Palestina yang telah menyebabkan berbagai pelanggaran Hak Asasi Manusia di Palestina.

3. Mendukung perjuangan yang dilakukan oleh rakyat Palestina untuk membela tanah airnya dari penjajahan dan mempertahankan kedaulatan, kehormatan, dan hak-haknya.

4. Mengecam keras upaya-upaya Israel, Amerika, dan sekutunya yang dengan sengaja menciptakan krisis kemanusiaan di wilayah berdaulat Negara Palestina, seperti pengerahan kekuatan militer, blokade bantuan dan tindakan-tindakan kekerasan lainnya yang bertentangan dengan nilai kemanusiaan.

5. Mengajak umat islam di seluruh penjuru dunia untuk turut membantu meringankan penderitaan saudara kita di Palestina.

6. Mendesak para pemimpin negara Arab, Islam dan dunia Internasional, serta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan organisasi-organisa si Islam internasional untuk bertindak tegas kepada Israel dan memberikan pembelaan terhadap bangsa Palestina.

7. Menyeru Pemerintah Republik Indonesia (RI) agar berperan aktif menghentikan serangan Israel dan membantu Palestina, sebagai upaya menghapuskan penjajahan di atas dunia.

Demikian pernyataan sikap kami. Sebagai salah satu wujud nyata yang kami berikan adalah dengan melakukan upaya penggalangan dana bantuan untuk rakyat Palestina. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan rahmat, taufiq dan hidayah, serta keteguhan iman kepada kita semua, umat Islam, dalam menunaikan amanah sebagai Khalifah di bumi. Allahu Akbar !

Seoul, 30 Desember 2008

Koordinator aksi

Cahyo Noviadi Nugroho

Gabungan Organisasi Muslim Indonesia se-Korea Selatan

Indonesian Muslim Society in Korea (IMUSKA),/Ketua: Abu Hanif

Al Amin, Daegu,/Ketua: Samsul Bahri

Permata, Daegu,/Ketua: Muhammad Salim

Kyungnam Muslim Community (KMC), Changwon,/Ketua: Asep Budimana

Ikatan Muslimin Indonesia (IMNIDA), Daejon/Ketua: Kustanto Kustara

Jama’ah Sirothol Mustaqim, Ansan,/Ketua: A. Thohari

Ikatan Keluarga Muslim Indonesia (IKMI), Seoul,/Ketua: Abdul Aziz

Persaudaraan Muslim Indonesia (PMI), Cheonan/Ketua: Agus Arifin

Ikatan Keluarga Muslim Indonesia Korea (IKMIK),/Ketua: Edy Supriadi

Paguyuban Tombo Ati,/Ketua: Ir. Zainal Zubairi

Jama’ah Yasin, Jincheon,/Ketua: Ramli

Jama’ah Jum’at, Cheongju,/Ketua: Dede Djuhana

Persaudaraan Umat Muslim Indonesia Al-Fatah (PUMITA), Busan,/Ketua: Makmur Setioraharjo

Turut Mendukung

Persatuan Pelajar Indonesia di Korea (PERPIKA)/Presiden: Hardian Reza D.</

Lingkar Wirausaha Indonesia (LWI)/Ketua: Rahayu

 
2 Comments

Posted by on December 31, 2008 in Curahan Hati, News

 

Tags: , ,

Sekuntum Cinta Pengantin Surga

Sekuntum Cinta Pengantin Surga

Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah dalam bukunya Raudah Al-Muhibbin wa Nuzhah Al-Musytaqin

Dahulu di kota Kufah tinggallah seorang pemuda tampan rupawan yang tekun dan rajin beribadat, dia termasuk salah seorang yang dikenal sebagai ahli zuhud. Suatu hari dalam pengembaraannya, pemuda itu melewati sebuah perkampungan yang banyak dihuni oleh kaum An-Nakha’. Demi melepaskan penat dan lelah setelah berhari-hari berjalan maka singgahlah dia di kampung tersebut. Di persinggahan si pemuda banyak bersilaturahim dengan kaum muslimin. Di tengah kekhusyu’annya bersilaturahim itulah dia bertemu dengan seorang gadis yang cantik jelita.

Sepasang mata bertemu, seakan saling menyapa, saling bicara. Walau tak ada gerak lidah! Tak ada kata-kata! Mereka berbicara dengan bahasa jiwa. Karena bahasa jiwa jauh lebih jujur, tulus dan apa adanya. Cinta yang tak terucap jauh lebih berharga dari pada cinta yang hanya ada di ujung lidah. Maka jalinan cintapun tersambung erat dan membuhul kuat. Begitulah sejak melihatnya pertama kali, dia pun jatuh hati dan tergila-gila. Sebagai anak muda, tentu dia berharap cintanya itu tak bertepuk sebelah tangan, namun begitulah ternyata gayung bersambut. Cintanya tidak berada di alam khayal, tapi mejelma menjadi kenyataan.
Benih-benih cinta itu bagai anak panah melesat dari busurnya, pada pertemuan yang tersamar, pertemuan yang berlangsung sangat sekejab, pertemuan yang selalu terhalang oleh hijab. Demikian pula si gadis merasakan hal serupa sejak melihat pemuda itu pada kali yang pertama.

Read the rest of this entry »

 
4 Comments

Posted by on December 13, 2008 in Akhlaq, Curahan Hati, Kisah dan Hikmah

 

Tags: , ,

Bagaimana Seorang Muslim Mengelola Berita

Bagaimana Seorang Muslim Mengelola Berita

Oleh : Abu Nabilah

Era kemajuan teknologi saat ini sangatlah pesat. Arus informasi begitu lancar, bahkan kejadian yang terjadi di suatu Negara akan dapat dengan cepat sampai ke Negara lain yang letaknya jauh melewati benua dan lautan.
Berkembangnya arus informasi ini sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia, bahkan menentukan kelangsungan hidup manusia di muka bumi. Seorang pakar informasi pernah mengatakan, “ barang siapa menguasai informasi, maka dia akan menguasai dunia”. Kiranya ungkapan ini tidaklah berlebihan, manakala sebuah informasi yang didapatkan dikelola dengan baik, maka informasi tersebut dapat menjadi langkah awal dalam suatu proses pencapaian tujuan. Pengelolaan dan pemanfaatan informasi atau berita secara tepat dapat menentukan langkah keberhasilan atau kemenangan.

Kita dapat melihat contoh nyata dari sirah perang badar. Manakala Rasulullah Saw bersama para sahabat beliau berhasil mendapatkan berita dari para pedagang yang melintas di daerah antara madinah dan badar, mereka segera dapat mengetahui keberadaan para pasukan kafir quraisy, sehingga Rasulullah Saw beserta para sahabat dapat menentukan strategi yang tepat untuk menghadapi mereka.

Informasi dan berita yang tersampaikan pun bisa membawa kemudharatan dan keburukan, manakala informasi ini tidak dikelola dengan cara yang baik dan tidak dengan tujuan yang baik. Sebagai seorang muslim, Allah SWT dan Rasul-Nya telah mencontohkan bagaimana cara mengelola suatu berita atau informasi, sehingga dapat bermanfaat dan tidak menimpakan suatu keburukan dalam kehidupan ini.

Muslim dapat berkaca pada kejadian masa lampau, manakala fitnah telah menimpa istri Rasulullah Saw, Siti Aisyah ra, dengan tuduhan telah selingkuh. Saat itu dalam perjalanan pulang dari peperangan Bani Musthaliq, Siti Aisyah ra tertinggal di belakang dari rombongan Rasulullah Saw dan akhirnya bertemu dengan sahabat Rasulullah yang bernama Shafwan bin Mu’athal ra. Sahabat ini akhirnya menemani perjalanan pulang Siti Aisyah dengan maksud untuk melindungi beliau. Sesampainya mereka di tempat, kaum munafik termasuk Abdullah bin Ubay bin Salul malah menyebarkan berita bohong bahwa istri nabi, Siti Aisyah ra telah selingkuh dengan Shafwan ra, sehingga berita ini dengan cepat menyebar ke kalangan muslim dan menyebabkan Rasulullah saw gelisah dan beberapa saat tidak menegur istrinya, hingga datang pembelaan langsung dari Allah SWT. Kejadian ini dikenal dengan peristiwa Hadistul Ifki, dan dapat dilihat pada surat An-Nuur (24) : 11-21.

Begitu besar keburukan dan kerusakan yang dapat ditimbulkan oleh suatu berita yang tidak akurat, begitu banyak kemudharatan dan kedzaliman yang akan menimpa suatu kaum dikarenakan berita yang tidak dapat dipertanggung-jawabkan. Oleh sebab itu, agama Islam ini telah mengajarkan kepada kita untuk dapat mengelola berita atau informasi secara bijaksana sesuai dengan Allah SWT syariatkan dan Rasulullah saw contohkan, yaitu :

1. Berbaik Sangka atau Husnudzan
Apabila kita mendapatkan berita ataupun informasi yang buruk tentang saudara muslim kita, maka yang pertama kali harus kita kedepankan adalah membangun prasangka baik kita kepadanya (husnudzan). Boleh jadi bahwa berita buruk yang sampai ke telinga kita adalah berita fitnah dan jauh dari kebenaran, dan boleh jadi berita tersebut adalah benar adanya tetapi juga jauh dari keakuratan. Sehingga alangkah bijaksananya jika kita tidak mempercayai begitu saja berita yang kita dengar tentang saudara muslim kita lainnya apalagi jika berita tersebut disampaikan oleh seorang munafik dan kafir.
Allah SWT berfirman di awal surat Al-Hujurat ayat 12 :


يا أيها الذين آمنوا اجتنبوا كثيرا من الظن إن بعض الظن إثم

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah oleh kalian kebanyakan dari prasangka (kecurigaan), karena sesungguhnya sebagian dari prasangka itu dosa..”
(Qs.49 : 12)

Abu Hurairah ra pernah menyampaikan sebuah hadist Rasulullah Saw yang berbunyi :

إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيْثِ، وَلاَ تَحَسَّسُوْا، وَلاَ تَجَسَّسُوْا، وَلاَ تَنَافَسُوْا، وَلاَ تَحَاسَدُوْا، وَلاَ تَبَاغَضُوْا، وَلاَ تَدَابَرُوْا، وَكُوْنُوْا عِبَادَ اللهَ إِخْوَانًا كَمَا أَمَرَكُمْ، الْمُسْلِمُ أَخُوْ الْمُسْلِمِ، لاَ يَظْلِمُهُ، وَلاَ يَخْذُلُهُ، وَلاَ يَحْقِرُهُ، التَّقْوَى هَهُنَا، التَّقْوَى ههُنَا -يُشِيْرُ إِلَى صَدْرِهِ- بِحَسْبِ امْرِئٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ، كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ دَمُهُ وَعِرْضُهُ وَمَالُهُ، إِنَّ اللهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى أَجْسَامِكُمْ، وَلاَ إِلَى صُوَرِكُمْ، وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوْبِكُمْ وَ أَعْمَالِكُمْ

“Hati-hati kalian dari persangkaan yang buruk (zhan) karena zhan itu adalah ucapan yang paling dusta. Janganlah kalian mendengarkan ucapan orang lain dalam keadaan mereka tidak suka. Janganlah kalian mencari-cari aurat/cacat/cela orang lain. Jangan kalian berlomba-lomba untuk menguasai sesuatu. Janganlah kalian saling hasad, saling benci, dan saling membelakangi. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara sebagaimana yang Dia perintahkan. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, maka janganlah ia menzalimi saudaranya, jangan pula tidak memberikan pertolongan/bantuan kepada saudaranya dan jangan merendahkannya. Takwa itu di sini, takwa itu di sini.” Beliau mengisyaratkan (menunjuk) ke arah dadanya. “Cukuplah seseorang dari kejelekan bila ia merendahkan saudaranya sesama muslim. Setiap muslim terhadap muslim yang lain, haram darahnya, kehormatan dan hartanya. Sesungguhnya Allah tidak melihat ke tubuh-tubuh kalian, tidak pula ke rupa kalian akan tetapi ia melihat ke hati-hati dan amalan kalian.” (HR. ِAl-Bukhari No. 6066 dan Muslim No. 6482)

Read the rest of this entry »

 
6 Comments

Posted by on November 23, 2008 in Akhlaq, Islam Wayz

 

Tags: ,

Tanggung Jawab Pemimpin

Risalah Nahwan An Nur 1
Tanggung Jawab Pemimpin

Dalam kehidupan masyarakat, apalagi pada masyarakat Islam yang memiliki misi sangat mulia dalam hidupnya, pemimpin memiliki kedudukan yang sangat penting. Dalam perjalanan jauh (safar) tiga orang, satu di antara mereka harus diangkat sebagai pemimpin perjalanan, sementara shalat yang diikuti oleh orang banyak baru disebut shalat berjamaah manakala ada imam (pemimpin) dan makmum. Oleh karena itu, ketika Rasulullah Saw wafat, yang pertama dilakukan oleh para sahabat adalah memilih pemimpin yang menggantikan beliau, sehingga jenazah Rasul Saw tidak begitu mendapat perhatian. Ini menunjukkan betapa kedudukan pemimpin sedemikian penting. Karena itu baik dan tidaknya suatu organisasi, jamaah dan bangsa salah satunya sangat tergantung kepada pemimpin. Namun, di dalam Islam, kesempatan menjadi pemimpin bukanlah untuk meraih popularitas kekayaan yang banyak, apalagi untuk mengacaukan dan memperburuk kehidupan masyarakat, kepemimpinan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan untuk menegakkan nilai-nilai kebenaran Islam, karenanya seorang pemimpin harus mampu mempertanggungjawabkan kepemimpinannya di hadapan Allah Taala. Rasulullah saw bersabda :

كُلُّكٌم رَاعٍ وَ كُلُّكُم مَسؤُوْلٌ عَن رَعِيَّتِهِ

“Tiap kamu adalah pemimpin, dan setiap kamu akan dimintai pertanggungjawaban tentang kepemimpinannya.”

Karena kedudukan pemimpin yang begitu strategis, maka Imam Syahid Hasan AI-Banna telah berkirim surat kepada sejumlah tokoh, baik tokoh-tokoh pemimpin struktural seperti kepala negara dan pemerintahan seperti Raja Farouq I yang berkuasa atas Mesir dan Sudan, Mustafa An Nahhas sebagai Perdana Menterinya serta kepada para penguasa di negeri-negeri muslim lainnya, maupun tokoh-tokoh pemimpin non struktural di tengah-tengah masyarakat yang pendapat-pendapat mereka didengar serta perilaku mereka menjadi panutan umat.

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on November 20, 2008 in Akhlaq, Islam Wayz, Tarbiyah

 

Tags: ,