<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Ikhtiar Takwinul Bait al Muslim Menuju Ridha Allah SWT</title>
	<atom:link href="http://abinabilah.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://abinabilah.wordpress.com</link>
	<description>Abi Nabilah Virtual Library</description>
	<lastBuildDate>Thu, 10 Jun 2010 21:29:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='abinabilah.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/c5a1663fc6e240a380562e6caf0d9789?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Ikhtiar Takwinul Bait al Muslim Menuju Ridha Allah SWT</title>
		<link>http://abinabilah.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://abinabilah.wordpress.com/osd.xml" title="Ikhtiar Takwinul Bait al Muslim Menuju Ridha Allah SWT" />
	<atom:link rel='hub' href='http://abinabilah.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Orang yang Terakhir Keluar dari Neraka</title>
		<link>http://abinabilah.wordpress.com/2009/12/16/orang-yang-terakhir-keluar-dari-neraka/</link>
		<comments>http://abinabilah.wordpress.com/2009/12/16/orang-yang-terakhir-keluar-dari-neraka/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Dec 2009 16:35:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abinabilah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akidah]]></category>
		<category><![CDATA[Munafik]]></category>
		<category><![CDATA[Neraka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abinabilah.wordpress.com/?p=169</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Mochamad Bugi Sumber : http://www.dakwatuna.com/2008/orang-yang-terakhir-keluar-dari-neraka/ Abu Hurairah telah menceritakan kepada Atha’ nin Yazid Al-Laitsi bahwa para sahabat telah bertanya kepada Rasululla saw., “Apakah engkau akan melihat Tuhan kami kelak pada hari kiamat?” Maka Rasulullah saw. balik bertanya, “Apakah kamu sekalian merasa kesulitan melihat bulan pada malam purnama?” Mereka menjawab, “Tidak.” Selanjutnya Rasulullah saw, bertanya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abinabilah.wordpress.com&amp;blog=3115957&amp;post=169&amp;subd=abinabilah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#7D2252;"><em>Oleh: Mochamad Bugi</em></span><br />
Sumber : http://www.dakwatuna.com/2008/orang-yang-terakhir-keluar-dari-neraka/</p>
<p>Abu Hurairah telah menceritakan kepada Atha’ nin Yazid Al-Laitsi bahwa para sahabat telah bertanya kepada Rasululla saw., “Apakah engkau akan melihat Tuhan kami kelak pada hari kiamat?” Maka Rasulullah saw. balik bertanya, “Apakah kamu sekalian merasa kesulitan melihat bulan pada malam purnama?” Mereka menjawab, “Tidak.” Selanjutnya Rasulullah saw, bertanya lagi, “Apakah kalian merasa kesulitan melihat matahari yang tidak ada awan yang menghalangi?” Mereka menjawab, “Tidak.”</p>
<p>Mendengar jawaban itu, Rasulullah bersabda, “Seperti itulah kamu sekalian akan melihat-Nya.” Kemudian Rasulullah saw. meneruskan perkataaannya, “Pada hari kiamat nanti Allah akan mengumpulkan seluruh umat manusia, lalu Allah berfirman kepada mereka, ‘Hendaknya setiap orang mengikuti sesuatu yang disembahnya selama di dunia.’ Oleh karena itu, orang yang menyembah matahari mengikuti matahari, orang yang menyembah bulan mengikuti bulan, dan orang yang menyembah berhala mengikuti berhala. Sedangkan orang-orang munafik dari kalangan umat Muhammad tetap berdiri di tempat dan tidak bergerak sama sekali (karena yang disembah oleh mereka tidak jelas).</p>
<p><span id="more-169"></span></p>
<p>Kemudian Allah mendatangi kaum muslimin dalam wujud yang tidak dikenali oleh mereka, seraya Allah berfirman kepada mereka, ‘Aku ini adalah Tuhanmu.’ Mendengar itu, mereka berkata, ‘Kami berlindung kepada Allah dari bujuk rayumu, dan kami akan tetap berdiri di tempat ini sampai datang kepada kami Tuhan kami yang sebenarnya.’ Kemudian Allah datang kepada mereka dalam wujud yang mereka kenal, dan Allah berfirman kepada mereka, ‘Aku ini Tuhanmu yang sebenarnya.’ Pada saat mereka mendengarnya dan mereka merasa yakin bahwa itu Tuhannya, maka mereka berkata, ‘Engkaulah Tuhan kami yang sebenarnya.’ Setelah itu mereka mengikuti-Nya.</p>
<p>Kemudian Allah swt. menciptakan sebuah titian yang membentang di atas api neraka, maka aku –Rasulullah saw.—dan umatku menjadi umat yang pertama menyeberangi titian itu. Pada saat itu tidak ada seorang pun yang dapat berbicara selain para rasul, dimana ketika itu para rasul berdoa, ‘Ya Allah, selamatkanlah, ya Allah, selamatkanlah.’ Sementara di dalam neraka Jahanam terdapat besi-besi yang melengkung bagaikan lengkungan pancing, seperti duri pohon Sa’dan (nama pohon yang berduri). Kemudian Rasulullah bertanya kepada sahabat yang hadir, ‘Apakah kalian pernah melihat duri pohon Sa’dan?’ Mereka menjawab, ‘Ya.’</p>
<p>Mendengar hal itu, Rasulullah saw. bersabda, ‘Seperti itulah besi-besi yang melengkung itu, hanya saja besarnya tidak terkirakan, dan hanya Allah yang mengetahui ukurannya. Besi-besi inilah yang kelak akan mengait orang-orang yang sedang meniti titian itu sesuai dengan kadar dosa masing-masing. Dimana orang yang teguh dengan amalnya akan selamat dari kaitannya, sementara orang yang berdosa akan terkait (tersangkut), tetapi akhirnya dilepaskan.</p>
<p>Setelah Allah selesai mengadili hamba-hamba-Nya, dan Dia berkehendak mengeluarkan penghuni neraka dengan rahmat-Nya, maka Allah memberikan perintah kepada para malaikat-Nya untuk mengeluarkan mereka yang patut mendapat rahmat-Nya, yaitu orang yang tidak pernah menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun selama hidup di dunia. Di antara orang yang patut mendapatkan rahmat-Nya adalah orang yang mengatakan bahwa tidak ada Tuhan (yang patut disembah) selain Allah. Kemudian para malaikat yang mendapat perintah itu segera mengenali mereka, dan mereka mengenalinya melalui tanda bekas sujud yang ada pada kening mereka karena hanya bekas sujudlah bagian tubuh manusia yang tidak akan hangus dibakar api neraka, dimana Allah telah mengharamkan api neraka untuk membakarnya dan menghanguskannya.</p>
<p>Kemudian para malaikat segera mengeluarkan mereka dalam keadaan yang sudah pada hangus, lalu disiramkan ke tubuh mereka air kehidupan (air pemulihan). Akibat siraman air kehidupan itulah, akhirnya mereka tumbuh dan pulih kembali seperti sediakala bagaikan tumbuhnya biji-bijian setelah terjadi banjir besar (dimana mereka tumbuh dalam keadaan masih muda dan besar).</p>
<p>Setelah Allah selesai mengadili dan memvonis di antara hamba-hamba-Nya, tiba-tiba terlihat seseorang (yang masih tertinggal) yang sedang mengarahkan pandangannya ke arah neraka, dan dialah orang yang paling terakhir masuk surga. Kemudian kepada Allah, dia memohon, ‘Wahai Tuhanku, palingkan mukaku dari neraka karena baunya telah meracuniku, dan kobaran apinya telah membakarku.’ Permohonan itu diulanginya berulang kali, dan akhirnya Allah berfirman kepadanya, ‘Seandainya Aku mengabulkan permintaanmu ini, apakah kiranya kamu tidak akan mengajukan permohonan yang lain?’ Maka orang itu menjawab, ‘Tidak.’ Kemudian dia berjanji dengan sungguh-sungguh kepada Allah bahwa dia tidak akan mengajukan permohonan apapun lagi.</p>
<p>Akhirnya permohonan itu dikabulkan Allah, dimana Allah memalingkan muka orang itu dari neraka. Akantetapi ketika dia dihadapkan ke arah surga dan dia menyaksikan kemegahan yang ada di baliknya, maka dia terdiam dalam beberapa saat, lalu dia memohon kepada Allah, ‘Wahai Tuhanku, sampaikanlah aku ke dalam pintu surga.’ Mendengan hal itu, Allah berfirman kepadanya, ‘Bukankah kamu telah berjanji dengan sungguh-sungguh bahwa kamu tidak akan memohon lagi kepada-Ku selain permohonanmu yang telah Aku kabulkan tadi? Celakalah kamu, wahai anak Adam, kamu telah memungkiri janjimu sendiri, dan Aku tidak akan mengabulkan permohonanmu ini.’ Akantetapi dia tetap memohon kepada Allah untuk dikabulkan permohonannya, sehingga Allah berfirman kepadanya, ‘Seandainya permohonanmu ini Aku kabulkan, apakah kamu tidak akan memohon yang lainnya lagi kepada-Ku?’ Orang itu menjawab, ‘Demi kemuliaan-Mu, sungguh aku tidak akan mengajukan permohonan lagi.’</p>
<p>Kemudian Allah mengabulkan permohonannya itu. Allah membawanya ke depan pintu surga. Setibanya dia di depan pintu surga, Allah membuka pintu surga itu lebar-lebar sehingga orang itu melihat keindahan dan kebahagiaan yang ada di dalamnya. Menyaksikan itu, orang itu terdiam beberapa saat, lalu memohon kepada Allah, ‘Wahai Tuhanku, masukanlah aku ke dalam surga.’ Mendengar itu, Allah berfirman kepadanya, ‘Bukankah kamu telah berjanji bahwa kamu tidak akan mengajukan permohonan lagi kepada-Ku setelah permohonanmu yang tadi Aku kabulkan? Celaka kamu, wahai anak Adam, kamu telah memungkiri janjimu sendiri, dan Aku tidak akan mengabulkan permintaanmu itu.’</p>
<p>Akantetapi orang itu terus menerus memohon kepada Allah, ‘Wahai Tuhanku, janganlah kiranya hamba-Mu ini menjadi orang yang paling celaka.’ Kemudian ia mengulang-ulang permohonannya, sehingga hal itu menyebabkan Allah tertawa. Allah berfirman kepadanya, ‘Masuklah kamu ke dalam surga.’ Pada saat orang itu masuk ke dalam surga, Allah berfirman kepadanya, ‘Sekarang angankanlah segala keinganmu.’ Kemudian orang itu memohon kepada Allah dengan mengajukan berbagai macam keinginannya dan mencita-citakan berbagai macam kenikmatan, sampai Allah mengingatkannya kepada berbagai menikmatan yang tidak diketahuinya. Lalu Allah berfirman kepadanya, ‘Nikmatilah olehmu kemewahan dan kenikmatan yang telah disediakan ini, bahkan akan ditamabah lagi dengan berbagai kenikmatan sebanyak itu pula.”</p>
<p>Atha’ bin Yazid berkata, “Ketika Abu Sa’id Al-Kudri mendengarkan Abu Hurairah menuturkan hadits itu, tidak ada bagian dari hadits itu yang dipertanyakannya, selain firman Allah terhadap orang tadi: ‘Nikmatilah olehmu kemewahan dan kenikmatan yang telah disediakan ini, bahkan akan ditamabah lagi dengan berbagai kenikmatan sebanyak itu pula.</p>
<p>Abu Sa’id Al-Kudri berkata, ‘Wahai Abu Hurairah, apakah kenikmatan itu dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat?’ Abu Hurairah menjawab, ‘Aku tidak mengetahuinya selain aku mendengarnya seperti itu dari Rasulullah saw., dimana beliau bersabda, ‘ kemewahan dan kenikmatan yang telah disediakan ini, bahkan akan ditamabah lagi dengan berbagai kenikmatan sebanyak itu pula.’ Kemudian Abu Sa’id Al-Kudri berkata, “Aku bersumpah bahwa aku telah mendengar dari Rasulullah saw. dimana beliau bersabda, ‘Nikmatilah olehmu kemewahan dan kenikmatan yang telah disediakan ini, bahkan kenikmatan ini akan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat dengan berbagai kenikmatan sebanyak itu pula.’” <strong>(Hadits shahih, Shahih Muslim nomor 182; Shahih Bukhari nomor 7437)</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abinabilah.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abinabilah.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abinabilah.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abinabilah.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abinabilah.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abinabilah.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abinabilah.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abinabilah.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abinabilah.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abinabilah.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abinabilah.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abinabilah.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abinabilah.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abinabilah.wordpress.com/169/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abinabilah.wordpress.com&amp;blog=3115957&amp;post=169&amp;subd=abinabilah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abinabilah.wordpress.com/2009/12/16/orang-yang-terakhir-keluar-dari-neraka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/729f5549d074af54c2fe5f58f93c7647?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">abinabilah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bijak dalam Menasehati</title>
		<link>http://abinabilah.wordpress.com/2009/07/26/bijak-dalam-menasehati/</link>
		<comments>http://abinabilah.wordpress.com/2009/07/26/bijak-dalam-menasehati/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Jul 2009 13:29:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abinabilah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Bijak]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abinabilah.wordpress.com/?p=166</guid>
		<description><![CDATA[oleh Rahayu Abdullah Nasehat dalam Al Qur’an dan Hadits Dalam perjalanan hidup, nasehat-menasehati merupakan pilar yang sangat utama, bahkan merupakan kewajiban bagi orang yang beriman setiap waktu. Hal ini dapat dilihat dari surah Al Ashr. Surah ini merupakan pegangan paling kuat dalam menjalankan nasehat-manasehati. Bahkan Imam Syafiie, seorang ulama fiqih yang masyhur itu, menyatakan bahwa, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abinabilah.wordpress.com&amp;blog=3115957&amp;post=166&amp;subd=abinabilah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#C36241;"><em>oleh Rahayu Abdullah</em></span></p>
<p align="justify"><strong>Nasehat dalam Al Qur’an dan Hadits</strong></p>
<p align="justify">Dalam perjalanan hidup, nasehat-menasehati merupakan pilar yang sangat utama, bahkan merupakan kewajiban bagi orang yang beriman setiap waktu. Hal ini dapat dilihat dari surah Al Ashr. Surah ini merupakan pegangan paling kuat dalam menjalankan nasehat-manasehati. Bahkan Imam Syafiie, seorang ulama fiqih yang masyhur itu, menyatakan bahwa, jika al-qur’an pun hanya surah al ashr, maka cakupan maknanya sudah cukup.
</p>
<p align="justify">Dalam surah ini Allah swt bersumpah atas nama waktu (Ashr). Secara bahasa ashr bermakna memeras dan menekan sesuatu hingga apa yang di dalam sesuatu itu keluar. Maka ashr menjadi nama suatu waktu dimana orang yang kerja seharian memeras keringat mulai terbit matahari, pekerjaannya itu telah muali menampakkan hasil. Dan waktu menampakkan hasil itulah disebut waktu ashr. Dan memang dalam kehidupan keseharian adalah demikian, dimana orang kerja dari pagi buta makan hasilnya akan tampak maksimal di waktu ashr.</p>
<p><span id="more-166"></span>
<p align="justify">Demi waktu sesungguhnya manusia itu dalam kondisi <em>husrin</em>, apapun hasilnya dari memeras keringat seharian atau sepanjang waktu hidupnya, baik itu sukses atau gagal, kaya atau pun miskin, maka sudah disumpah oleh Allah, pasti husrin. Husrin ini biasanya diterjemahkan dalam arti merugi, padahal sesungguhnya husrin ini adalah mencakup semua makna yang berkaitan dengan rugi yakni bangkrut, menderita, kolaps, sedih, susah, sengsara dan semua kondisi yang serupa sesungguhnya dicakup dalam kata husrin.</p>
<p align="justify">Apapun hasil kerja sepanjang hidupnya pasti dalam keadaan husrin. Namun Allah swt memberikan kekecualian yang ditunjukkan pada ayat sesudahnya di surah al ashr ini. Kekecualian ini adalah pada orang yang beriman dan beramal shalih dan saling menasehati dalam al haq dan saling menasehati dalam kesabaran.</p>
<p align="justify">Jika ditelaah lebih lanjut, orang yang beriman memang tidak lagi merugi tetapi belum beruntung, karenanya ayat itu dilanjutkan dengan kata <strong><em> ‘wa’</em></strong>  yang artinya  <strong><em>dan </em></strong>, yakni beramal shalih. Orang yang beriman dan beramal shalih pun belum beruntung, karena ayat itu masih dilanjutkan dengan kata ‘wa’  yakni saling menasehati dalam al haq. Dalam hal ini terjemahan al-Qur&#8217;an disebutkan saling menasehati dalam kebenaran, namun jika ditilik lebih dalam maka Al Haq adalah salah satu dari Asma’ul husna, artinya  <strong><em>al Haq adalah nama Allah </em></strong>, sehingga watawasau bil haq dapat diartikan lebih spesifik yakni  <strong><em>saling menasehati agar senantiasa di jalan Allah (jalan al Haq) </em></strong>. Tentu dalam hal ini bermakna dakwah, sebab saling menasehati agar senantiasa di jalan Allah adalah dakwah. Namun demikian, orang yang berdakwah setelah beriman dan beramal shalih pun belum akan memperoleh keberuntungan, sebab ayat itu masih dilanjutkan dengan kata <em> ‘wa” tawassau bisshabr</em>. yang artinya adalah saling menasehati dalam hal kesabaran. Jika dianalisa maka arti maknanya adalah saling menasehati agar senantiasa sabar dalam menjalani hidup beriman dan beramal shalih, dan sabar dengan jalan hidup berdakwah.<br />
Memang kata yang digunakan dalam surah ini adalah tawasau, artinya saling memberi  <strong><em>wasiyat </em></strong>. Nah dengan demikian nasehat pun sesungguhnya identik dengan wasiyat.</p>
<p align="justify"><strong>Dalam Hadits</strong></p>
<p align="justify">Rasulullah saw, telah bersabda yang kita semua sudah mengetahuinya yakni  <strong><em>“addiinu nashihat” &#8211; agama adalah nasehat  </em></strong>. Ini menekankan bahwa nasehat merupakan jalan hidup, merupakan pilar utama dalam islam.</p>
<p align="justify"><strong>Bagaimana sikap dalam menasehati.</strong>
</p>
<p align="justify">Dalam Al-qur’an, kisah tentang bagaimana menasehati ini termaktub dalam kisah Musa as diperintah oleh Allah untuk mendatangi Fir’aun. Musa as diperintahkan oleh Allah untuk memberikan nasehat dakwahnya kepada Fir’aun dengan <em>‘&#8217;qaulan layyinan” </em> perkataan yang lembut. Bagaimana caranya memberi nasehat kepada manusia yang sangat tegas kekafirannya dan menjadi puncak lambang kekafiran, pun dengan qaulan layyinan. Maka dari situlah nabi Musa as berdoa dengan <em>Rabis rahli sadri wayasrlii amrii………</em></p>
<p align="justify">Tersebut dalam kisah, ada seorang yang datang kepada Khalifah Al Makmun, memberikan nasehat dengan suara lantang dan kasar, dengan nada tinggi. Maka saat itu Al Makmun memberikan jawaban bahwa,<em> ‘Anda tidak lebih baik dari nabi Musa, dan saya tidak lebih buruk dari Fir’aun, nabi Musa mendatangi Fir’aun dengan perkataan lembut, sedangkan Anda dengan kata yang kasar</em>.</p>
<p align="justify">Jika memberi nasehat kepada orang sesama muslim maka pedomannya adalah dengan perkataan yang lembut dan   <strong><em>‘adzilatin alal mukminin” &#8211; bersikap lemah lembut kepada orang mukmin  </em></strong>.</p>
<p align="justify">Bahkan dalam hadits rasulullah mengajarkan kita untuk bersuara dengan nada yang tidak lebih tinggi dari saudara sesama muslim. Banyak keutamaan yang didapat dari merendahkan nada suaranya, dan meninggikan nada suaranya menunjukkan mudahnya dijangkiti penyakit sombong. Bahkan suara yang nadanya tinggi diserupakan dengan <em>serengaian </em>keledai.</p>
<p align="justify">Terkisah banyak sahabat yang sedih dan mengurungkan diri di dalam kamarnya beberapa hari setalah turun ayat yang menyuruh ‘rendahkanlah suaramu di hadapan rasulullah” karena para sahabat merasa selama ini menggunakan nada tinggi dihadapan rasulullah.</p>
<p align="justify"><strong>Bagaimana Mengkritik dalam berdakwah.</strong></p>
<p align="justify">Menasehati dalam dakwah, pun tidak terlepas dari tuntunan Al Quran. Cara berdakwah disebutkan adalah, dengan   <strong><em>bil hikmah wal mauizatil hasanah wa jadilhum billati hiyal ahsan  </em></strong> . Jika ditilik dari urutan teksnya maka dalam memberikan nasehat dakwahnya yang pertama adalah dengan hikmah. Ini adalah dakwah yang paling pertama yang hendaknya digunakan. Jika dengan hikmah orang sudah bisa menerima dakwah maka tidak perlu sampai menggunakan <em>mauizatil hasanah (nasehat yang baik/ bijak)</em> apalagi dengan <em>jidal (mengadu argument)</em>, meskipun dengan jidal yang terbaik sekalipun.</p>
<p align="justify">Bila dakwah dilakukan dengan cara terbaik yang mendahuluhan nasehat yang bijak sebelum hikmah, maka sesungguhnya tidak akan efektif dan tidak methodis, disamping kurang dalam nilai etika dakwahnya. Apalagi jika dakwah dilakukan dengan pertama kali jidal tentu tidak akan menuai hasil yang baik. Meskipun kapan menggunakan hikmah, kapan menggunakan mauizatil hasanah dan kapan menggunakan jidal itu tergantung situsi kondisi dan juga objek dakwahnya.</p>
<p align="justify">Jika ditelaah lebih lanjut, hikmah sangat bagus digunakan untuk orang yang lebih muda kepada orang tua, mad’u yang tidak sedang melakukan khilaf, juga kepada orang yang dihormati. </p>
<p>terkisah ada seorang ulama yang sangat sedih dan sangat merasa kehilangan ketika putranya meninggal, sampai berlarut-larut. Maka memberikan nasehat kepadanya adalah dengan hikmah, dengan pertanyaan;<em> &#8220;bagaimana pendapat Anda wahai ulama, jika seseorang dititipin emas oleh penitip dan emas itu diambil kembali oleh yang empunya? apakah perlu sedih berlarut-larut dan tidak ikhlas?</em>, maka sang ulama tersadar akan pertanyaan itu atas kematian putranya dengan menjadi ikhlas. Tidak elok jika memberikan mauizail hasanah kepada ulama itu. Di dalam mengelola taklim pun demikian, audien akan lebih merasa dihargai jika penceramah lebih mengedepankan hikmah daripada mauizatil hasanah. Potensi dan kegemaran menasehati perlu ditahan dalam hal ini dengan lebih melebarkan cara, topik dan tema-tema yang masuk dalam wilayah hikmah.</p>
<p align="justify">Mauizatil hasanah (nasehat yang bijak) diberikan kepada orang yang sedang khilaf, kepada orang yang lebih muda, kepada murid, kepada orang yang posisinya lebih bawah. Misal seorang ayah kepada anaknya, atau guru kepada muridnya. Termasuk dalam kategori tidak begitu beradap jika seorang anak meggunakan mauizatil hasanah kepada bapaknya, istri menggunakannya kepada suaminya, seorang mutarabi kepada murobinya, seorang murid kepada ustadznya.</p>
<p align="justify">Jidal ahsan dilakukan jika cara hikmah dan mauizatil hasanah tidak mempan, ini pilihan terakhir. Da&#8217;i yang gemar jidal dan menjadikan jidal sebagai cara awal untuk berdakwah, biasanya mad’u akan lari dan tidak menerima dakwah, terkadang malah menjadi sinis. Jika pun berhasil maka akan menghasilkan dai-dai yang suka jidal dan tidak efektif membawa masyarakat secara luas menjadi mukmin.</p>
<p align="justify">Di sinilah Ust Hasan Al Bana menyampaikan slogan <strong><em> likulli maqal maqam wa likulli maqam maqal, setiap tempat ada perkataan yang pas dan setiap perkataan ada tempat-tepatnya yang pas</em></strong>.</p>
<p align="justify">Bagaimana dengan mengkritik ?. Maka mengkritik adalah bagian dari mauizatil hasanah, bukan bagian dari hikmah, meskipun ada sebagian orang yang bisa mengemas kritik dengan hikmah.</p>
<p align="justify">Demikian juga dalam konsep bermasyarakat, ada <strong><em>Roin</em></strong> dan ada <strong><em>Rokyah</em></strong>, yang secara arti adalah ada <em>pemimpin</em> dan ada <em>rakyat</em>, yang keduanya ada <em>hak</em> dan <em>kewajiban</em>.</p>
<p align="justify">Dalam hal ini roin berkewajiban mensejahterakan rakyat dan memiliki hak untuk ditaati, dan rakyat memiliki hak untuk disejahterakan dan berkewajiban mentaati roin. Jika roin tidak mensejahterakan rakyat maka rakyat pun menjadi tidak taat kepada roin.</p>
<p align="justify">Dalam hubungan nasehat, maka roin memberi perintah kepada rakyat dan rakyat bisa mengkritik pemimpin. Tidak bisa sebaliknya misalnya pemerintah mengkeritik rakyatnya atau rakyat memerintah roinnya, yang ada adalah rakyat mengkritik dan menuntut roinnya. Hal ini sama dengan hal dalam rumah tangga, suami sebagai pemimpin tidak mengkritik istrinya, tetapi istrinya yang mengkritik suaminya. Jika suami tidak siap dikritik istri maka kadar kepemimpinannya sangat rendah, demikian juga jika istri tidak mau diperintah suami, maka juga demikian. Dalam hubungan pemerintah juga demikian, oposisi mengekritik pemerintah dan tidak bisa sebaliknya pemerintah mengkritik oposisinya.<br />
Dengan demikian orang yang suka mengkritik biasanya memiliki kadar kepemimpinan yang tidak tinggi dan tidak menjadi pemegang kebijakan tetapi biasanya menjadi oposan. Oposan biasanya mengkritik dan tidak siap dikritik. Jika seseorang siap dikritisi adalah seseorang yang siap jadi pemimpin, jika tidak siap maka tidak siap mengelola suatu amanah. Jika seorang roin tidak siap menerima kritik rakyatnya makan sungguh aneh dan apalagi roin mengkritik rakyatnya akan lebih aneh lagi.</p>
<p align="justify">Dalam mengkritisi pun tidak lepas dari kaidah qaulan layyinan, hikmah dan mauizatil hasanah serta jidal sebagai jalan akhir. Siap menerima kritikan berarti siap menjadi pemimpin.</p>
<p align="justify">Terkadang dalam mengkritik yang dikritik adalam pengelolaan pemerintahan, atau suatu organisasi, terkadang personal roinnya. Orang yang kritis biasanya ditempatkan pada posisi oposisi bukan eksekutif, dan biasanya tidak  diterima di eksekutif karana belum imbangnya dengan kesiapan untuk dikritisi. Dan dari sana ia memberikan manfaat, sebagai penyeimbang.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abinabilah.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abinabilah.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abinabilah.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abinabilah.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abinabilah.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abinabilah.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abinabilah.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abinabilah.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abinabilah.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abinabilah.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abinabilah.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abinabilah.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abinabilah.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abinabilah.wordpress.com/166/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abinabilah.wordpress.com&amp;blog=3115957&amp;post=166&amp;subd=abinabilah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abinabilah.wordpress.com/2009/07/26/bijak-dalam-menasehati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/729f5549d074af54c2fe5f58f93c7647?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">abinabilah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>The Seven Islamic Daily Habits Dalam Surat Al-Fatihah</title>
		<link>http://abinabilah.wordpress.com/2009/07/06/the-seven-islamic-daily-habits-dalam-surat-al-fatihah/</link>
		<comments>http://abinabilah.wordpress.com/2009/07/06/the-seven-islamic-daily-habits-dalam-surat-al-fatihah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Jul 2009 02:14:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abinabilah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Islam Wayz]]></category>
		<category><![CDATA[Al-Fatihah]]></category>
		<category><![CDATA[Seven Habits]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abinabilah.wordpress.com/?p=154</guid>
		<description><![CDATA[bag 1 oleh Abu Ahmad Mukaddimah Di masyarakat banyak sekali amalan-amalan mulia yang sudah sejak lama mentradisi. Banyak orang yang mengamalkan doa dan dzikir pagi dan petang. Mereka membacanya setelah shalat subuh dan shalat Maghrib. Di masyarakat Betawi; ada yang biasa baca yasinan pada malam jum’at, dan ada yang membacanya pada jum’at pagi ba’da shalat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abinabilah.wordpress.com&amp;blog=3115957&amp;post=154&amp;subd=abinabilah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#7D2252;"> bag 1 </span><br />
<span style="color:#C36241;"><em><strong> oleh Abu Ahmad </strong></em></span></p>
<p><strong>Mukaddimah</strong></p>
<p align="justify">Di masyarakat banyak sekali amalan-amalan mulia yang sudah sejak lama mentradisi. Banyak orang yang mengamalkan doa dan dzikir pagi dan petang. Mereka membacanya setelah shalat subuh dan shalat Maghrib. Di masyarakat Betawi; ada yang biasa baca yasinan pada malam jum’at, dan ada yang membacanya pada jum’at pagi ba’da shalat subuh. Dan kita sering mendengar pembawa acara mengajak kita bersama-sama untuk membaca surat al-fatihah untuk kita hadiahkan kepada orang yang sudah meninggal dunia atau orang yang sedang sakit dan seterusnya.</p>
<p align="justify">Namun amalan-amalan mulia tersebut terkesan mulai kehilangan makna aslinya. Dzikir pagi dan petang yang menyuratkan dan menyiratkan pesan evaluasi diri seorang muslim akan pekerjaan hariannya  hanya dijadikan wirid setelah wirid setelah shalat. Al-fatihah surat yang teragung itu ternyata hanya dipakai untuk mengirim hadiah kepada orang-orang yang sudah meninggal dunia. Begitu juga dengan surah Yasin yang kandungannya begitu hebat, kin lebih terkesan dijadikan surat untuk seremonial atau untuk orang yang sedang sekarat saja.</p>
<p align="justify">Apakah ajaran Islam memang seperti itu? Apakah praktek keberagamaan hanya untuk mengumpulkan pahala akhirat?<br />
Jawabannya adalah bahwa ajaran Islam tidak sekadar bekal buat akhirat, tetapi di dalamnya terdapat kunci-kunci pengantar sukses, ilmu dan peradaban, akhlaq dan etika serta estetika, membawa umatnya tidak sekadar bahagia diakhiratnya kelak, tapi juga memberikan kebahagiaan di dunia, kesuksesan dalam bekerja dan berkarya serta mampu menjadi pemimpin dunia.</p>
<p><span id="more-154"></span></p>
<p align="justify">Karena itulah kita selalu diminta oleh Allah untuk berdoa kepada Allah tidak sekadar kebahagiaan di dunia namun juga meminta kepada akhirat. Allah SWT berfirman:</p>
<p align="right"><span style="font-size:large;">فَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا وَمَا لَهُ فِي الْآَخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍ.</span></p>
<p align="right"><span style="font-size:large;">وَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً</span></p>
<p align="right"><span style="font-size:large;">وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ</span></p>
<p align="justify"><em>“Maka di antara manusia ada orang yang bendoa: “Ya Tuhan Kami, berilah Kami (kebaikan) di dunia”, dan Tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat. Dan di antara mereka ada orang yang bendoa: “Ya Tuhan Kami, berilah Kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah Kami dari siksa neraka”.</em>(Al-Baqarah:200-201)</p>
<p align="justify"> Dan untuk menuju kebahagiaan akhirat harus melalui jalan yang telah disediakan di dunia dan tidak melupakannya. Allah berfirman:</p>
<p align="right"><span style="font-size:large;">وَابْتَغِ فِيمَا آَتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآَخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا<br />
</span></p>
<p align="right"><span style="font-size:large;">وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ</span></p>
<p align="right"><span style="font-size:large;">إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ</span></p>
<p align="justify"><em>“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan”. </em>(Al-Qasahash:77)</p>
<p align="justify">Dan di antara ajaran Islam yang disampaikan Allah melalui wahyu-Nya danoleh Nabi saw melalui haditsnya, akan kita dapatkan lautan ilmu dan pengetahuan, akhlaq dan syariat, serta aturan yang dapat dijadikan sebagai pegangan hidup menuju kebahagiaan di dunia dan di akhirat.</p>
<p align="justify">Dan surat Al-fatihah adalah salah satu surat yang Allah turunkan untuk umatnya, laksana samudra yang tidak pernah kering untuk digali mutiara-mutiaranya. Di dalamnya terdapat beribu hikmah yang tidak mungkin bisa ditangkap semua dimensinya oleh satu dua orang atau bahkan ribuan orang. Al-fatihah, memiliki banyak multi dimensi yang gemerlap dari semua sisinya. Bukan sekadar bacaan yang kita ulang sebanyak 17 kali dalam sehari semalam, atau lebih dari itu, bukan sekadar suguhan hadiah yang dipersembahkan oleh yang masih hidup kepada yang sudah meninggal, atau yang sehat kepada yang sedang menderita sakit dan lain sebagainya. Namun al-fatihah merupakan surat paling agung yang diturunkan Allah kepada manusia. Dari namanya yang beragam mengisyaratkan akan keistimewaan dan kelebihannya; ummul kitab, ummul qur’an, al-kafiyah, as-syifa, as-sab’ul matsani, al-qur’an al-azhim.</p>
<p align="justify">Tujuh aktivitas (kebiasaan) Islami sehari-hari, yang coba diambil dari surat Al-Fatihah juga menjadi bagian yang perlu kita perhatikan, sehingga dengan demikian dapat menjadi bagian dari akhlaq yang membimbing kita ke jalan yang lurus dan baik di dunia dan akhirat.</p>
<p align="justify">Dan umat tidak boleh terlepas dari 7 kebiasaan ini sebagaimana ia tidak boleh lupa dan alpa apalagi tidak melakukannya untuk membaca Al-Fatihah pada saat mendirikan shalat. Dari surat al-fatihah dapat kita ambil pelajaran akan tujuh prinsip dasar seorang muslim dalam bekerja dan berkarya serta menjalani kehidupannya sehari-hari. Dan tujuh prinsip ini pula yang menggabungkan tiga kecerdasan dasar manusia; yaitu spiritual, intelektual dan emosional. Yang dapat disingkat dengan B5KB :</p>
<p>1. Bismillah dalam memulai setiap pekerjaan,</p>
<p>2. Bersyukur atas segala nikmat yang diterima,</p>
<p>3. Berfikir positif terhadap Allah dan berkasih sayang terhadap sesama,</p>
<p>4. Berorientasi akhirat, 5. Bahagiakan hidup dengan ibadah dan doa,</p>
<p>6. Konsisten dalam komitmen,</p>
<p>7. Bercermin.</p>
<p align="justify">Rasulullah saw memahami betul akan kehebatan Al-Fatihah. Karenanya, beliau sangat antusias mengajarkannya kepada para sahabat. Keseriusan Nabi saw mengajarkan Al-fatihah tampak dari rentang waktu beliau mensosialisasikan dan mengajarkan maknanya. Meskipun surat ini diturunkan di Mekah, tetap beliau tetap mengingatkan makna keagungan surat ini hingga periode Madinah.</p>
<p align="justify">Di antara hadits-hadits yang menjelaskan antusiasme Rasulullah saw mengajarkan surat ini adalah:</p>
<p align="justify">Dari Abu Sa’id Al-Mu’alla berkata: <em>Aku tengah shalat di masjid, lalu Rasulullah saw memanggilku, dan akupun menjawab panggilan beliau. Aku berkata: Ya Rasulullah, tadi aku sedang shalat. Beliau berkata: Bukankah Allah SWT berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu”. Kemudian beliau berkata kepadaku: “Aku sungguh akan mengajarkan kepadamu suatu surat yang paling agung dalam Al-Qur’an sebelum kamu keluar dari masjid”. Kemudian beliau memegang tanganku. Ketika beliau ingin keluar, aku berkata kepadanya: bukankah Engkau berkata akan mengajarkan kepadaku suatu surat yang paling agung dalam Al-Qur’an? Beliau berkata: Al-hamdulillah Rabbi al-alamin”, ia adalah tujuah ayat yang berulang dan Al-Quran yang agung yang dianugerahkan kepadaku.</em> (Bukhari)</p>
<p align="justify">Dari Abu Hurairah dari Ubay bin Ka’ab berkata, Rasulullah saw bersabda: <em>“Allah tidak pernah menurunkan di dalam Taurat maupun di dalam injil seperti ulumul Qur’an. Ia adalah tujuh ayat yang berulang, ia terbagi dua, antara Allah dengan hamba-Nya dan bagi hamba-hamba-Nya tergantung apa dia minta”.</em> (Tirmidzi).</p>
<p align="justify">Sebelum kita memasuki kajian tentang 7 Kebiasaan Islami Sehari-hari dalam surat Al-Fatihah, ada baiknya kita mengenal lebih dahulu tentang surat al-fatihah itu sendiri:</p>
<p>* Surat ini terdiri atas 7 ayat.</p>
<p>* Termasuk surat-surat Makkiyah, termasuk surat yang pertama kali diturunkan secara lengkap.</p>
<p>* Dinamakan “al-fatihah” yang artinya pembuka, karena merupakan dari surat-surat yang lainnya. Bahkan umat islam juga banyak menjadikannya sebagai pembuka setiap acara atau kegiatan.</p>
<p><strong>Nama-nama lain surat al-fatihah:</strong></p>
<p>* UMMUL QUR’AN = Induk Al-Quran</p>
<p>* UMMUL KITAB = Induk al-Kitab; karena al-fatihah merupakan induk semua isi Al-Quran, serta menjadi inti sari dari kandungan Al-Quran dan karena diwajibkan membacanya pada tiap-tiap shalat.</p>
<p>* AS-SAB’UL MATSANI = tujuh yang berulang-ulang karena ayatnya tujuh dan dibaca berulang-ulang dalam shalat.</p>
<p>* AS-Syifa = Obat</p>
<p>* AL-KAFIYAH= Yang cukup, karena dengan memahami betul kandungan isi surat Al-fatihah maka sudah cukup baginya memahami kandungan surat-surat yang ada dalam Al-Qur’an.</p>
<p><strong>Pokok-pokok isi kandungan surat al-fatihah</strong></p>
<p>* IMAN = 1-4 (mengandung keimanan kepada Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang, Pencipta, Pemberi Rizki, Pengatur alam dan Allah yang Memiliki kerajaan dan hari pembalasan</p>
<p>* IBADAH DAN DOA = 5 (mengandung ungkapan ikhlas hanya kepada Allah manusia beribadah, berserah diri dan mengabdi serta bertawakkal dan berdo’a.</p>
<p>* HUKUM-HUKUM = 6 (mengandung petunjuk jalan kebahagiaan yang hakiki di dunia dan akhirat)</p>
<p>* KISAH-KISAH = 7 (mengandung kisah umat terdahulu; 1. umat yang beriman, 2. umat yang dimurkai (Yahudi) dan 3. umat yang tersesat (Nasrani).</p>
<p>Catatan:</p>
<p><em>Tulisan ini merupakan ringkasan dari sebuah buku yang ditulis oleh Al-Mukarram Ust. Harjani Hefni, dengan judul The Seven Islamic Daily Habits, semoga Allah SWT memberikan rahmat dan pahala dari apa yang telah beliau sumbangkan, dan semoga tulisan ini menjadi sarana menyebarkan dan mensosialisasikan tulisan yang sangat bermanfaat ini.</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abinabilah.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abinabilah.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abinabilah.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abinabilah.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abinabilah.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abinabilah.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abinabilah.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abinabilah.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abinabilah.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abinabilah.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abinabilah.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abinabilah.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abinabilah.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abinabilah.wordpress.com/154/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abinabilah.wordpress.com&amp;blog=3115957&amp;post=154&amp;subd=abinabilah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abinabilah.wordpress.com/2009/07/06/the-seven-islamic-daily-habits-dalam-surat-al-fatihah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/729f5549d074af54c2fe5f58f93c7647?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">abinabilah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Demo Mengecam Israel di Jakarta</title>
		<link>http://abinabilah.wordpress.com/2009/01/03/demo-mengecam-israel-di-jakarta/</link>
		<comments>http://abinabilah.wordpress.com/2009/01/03/demo-mengecam-israel-di-jakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Jan 2009 00:56:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abinabilah</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Aksi PKS]]></category>
		<category><![CDATA[Demo PKS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abinabilah.wordpress.com/?p=146</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Abu Nabilah Jakarta, Jumat (2/1/2009), Sepanjang jalan Thamrin berubah menjadi lautan putih. 200 ribu massa kader PKS dan simpatisan melakukan aksi demo untuk mengecam penyerangan Israel dan mendukung perjuangan rakyat Palestina. Seperti aksi PKS sebelum-sebelumnya, demo inipun berlangsung dengan tertib dan tidak ada tindakan anarkis, meski hampir sebagian besar massa PKS terlibat emosi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abinabilah.wordpress.com&amp;blog=3115957&amp;post=146&amp;subd=abinabilah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#008000;"><em>Oleh : Abu Nabilah</em></span></p>
<p align="justify"> Jakarta, Jumat (2/1/2009), Sepanjang jalan Thamrin berubah menjadi lautan putih. 200 ribu massa kader PKS dan simpatisan melakukan aksi demo untuk mengecam penyerangan Israel dan mendukung perjuangan rakyat Palestina.</p>
<div id="attachment_147" class="wp-caption aligncenter" style="width: 507px"><img src="http://abinabilah.files.wordpress.com/2009/01/img0406a.jpg?w=570" alt="Ratusan ribu massa PKS memadati jalan Thamrin" title="img0406a"   class="size-full wp-image-147" /><p class="wp-caption-text">Ratusan ribu massa PKS memadati jalan Thamrin</p></div>
<div id="attachment_148" class="wp-caption aligncenter" style="width: 507px"><img src="http://abinabilah.files.wordpress.com/2009/01/img0411a.jpg?w=570" alt="Dukungan PKS thd Palestina" title="img0411a"   class="size-full wp-image-148" /><p class="wp-caption-text">Dukungan PKS thd Palestina</p></div>
<p align="justify"> Seperti aksi PKS sebelum-sebelumnya, demo inipun berlangsung dengan tertib dan tidak ada tindakan anarkis, meski hampir sebagian besar massa PKS terlibat emosi dikarenakan rasa keprihatinan mereka thd saudaranya di Palestina.</p>
<p align="justify"> Aksi ini dimulai di Bundaran HI, kemudian lautan putih ini bergerak menuju Kedubes AS dan melakukan orasi disana. Aksi ini diakhiri dengan pembacaan doa yang dipimpin Adhyaksa Dault. Dalam doanya, Menteri Pemuda dan Olahraga itu memohon agar Masjidil Aqsa dan warga Palestina diselamatkan dari kejahatan Israel. <em>&#8220;Selamatkanlah Masjidil Aqsa&#8230;.,&#8221;</em> ujarnya.</p>
<div id="attachment_149" class="wp-caption aligncenter" style="width: 507px"><img src="http://abinabilah.files.wordpress.com/2009/01/img0415a.jpg?w=570" alt="aksi teater demo israel" title="img0415a"   class="size-full wp-image-149" /><p class="wp-caption-text">aksi teater demo israel</p></div>
<div id="attachment_150" class="wp-caption aligncenter" style="width: 507px"><img src="http://abinabilah.files.wordpress.com/2009/01/img0410a.jpg?w=570" alt="aksi di kedubes as" title="img0410a"   class="size-full wp-image-150" /><p class="wp-caption-text">aksi di kedubes as</p></div>
<p align="justify">Tercatat di depan Kedubes AS ada 23 kader PKS yang pingsan. &#8220;Satu dibawa ke RSCM,&#8221; ujar Yamal, salah seorang petugas medis PKS.</p>
<p align="justify"> Aksipun diakhiri dengan tertib dan sebagian kader PKS menuju Masjid Istiqlal untuk melaksanakan sholat berjama&#8217;ah, dan sebagian lagi masih ada yang tinggal untuk merawat kader yang sakit ditempat aksi.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abinabilah.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abinabilah.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abinabilah.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abinabilah.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abinabilah.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abinabilah.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abinabilah.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abinabilah.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abinabilah.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abinabilah.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abinabilah.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abinabilah.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abinabilah.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abinabilah.wordpress.com/146/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abinabilah.wordpress.com&amp;blog=3115957&amp;post=146&amp;subd=abinabilah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abinabilah.wordpress.com/2009/01/03/demo-mengecam-israel-di-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/729f5549d074af54c2fe5f58f93c7647?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">abinabilah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abinabilah.files.wordpress.com/2009/01/img0406a.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">img0406a</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abinabilah.files.wordpress.com/2009/01/img0411a.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">img0411a</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abinabilah.files.wordpress.com/2009/01/img0415a.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">img0415a</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abinabilah.files.wordpress.com/2009/01/img0410a.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">img0410a</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dukungan Sikap Gabungan Muslim Indonesia di Korsel untuk PALESTINA</title>
		<link>http://abinabilah.wordpress.com/2008/12/31/dukungan-sikap-gabungan-muslim-indonesia-di-korsel-untuk-palestina/</link>
		<comments>http://abinabilah.wordpress.com/2008/12/31/dukungan-sikap-gabungan-muslim-indonesia-di-korsel-untuk-palestina/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 31 Dec 2008 03:48:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abinabilah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curahan Hati]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Agresi Israel]]></category>
		<category><![CDATA[Kecam Israel]]></category>
		<category><![CDATA[Solidaritas Palestina]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abinabilah.wordpress.com/?p=137</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Abu Nabilah Israel La&#8217;natullah telah mengulangi lagi dan lagi kekejamannya di bumi Palestina, 27 Desember 2008. Tidak ada kata takut dan gentar atas desakan dari masyarakat international sepanjang kawan abadinya, Amerika Serikat, tetap mendukung kebrutalan mereka. Tapi kita sebagai seorang muslim juga tak kan henti untuk tetap menyeru dan mendukung perjuangan saudara-saudara kami [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abinabilah.wordpress.com&amp;blog=3115957&amp;post=137&amp;subd=abinabilah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#008000;"><em>Oleh : Abu Nabilah</em></span>
</p>
<p align="justify">Israel La&#8217;natullah telah mengulangi lagi dan lagi kekejamannya di bumi Palestina, 27 Desember 2008. Tidak ada kata takut dan gentar atas desakan dari masyarakat international sepanjang kawan abadinya, Amerika Serikat, tetap mendukung kebrutalan mereka. Tapi kita sebagai seorang muslim juga tak kan henti untuk tetap menyeru dan mendukung perjuangan saudara-saudara kami di Palestina, sebagai bentuk kepedulian kami, sebagai bentuk rasa cinta kami, sebagai wujud keimanan kami pada Allah SWT. <em>&#8220;Tidak beriman salah seorang diantara kamu, sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri&#8221;</em> <strong><em>(HR. Bukhari-Muslim)</em></strong></p>
<p align="justify">Alhamdulillah saudara-saudara muslim indonesia di Korea Selatan juga mendukung perjuangan rakyat palestina, dan mengecam kekejaman serta penjajahan yang dilakukan oleh Israel la&#8217;natullah wa Amerika Serikat Junudusy-Syaithan. Semoga kepedulian kami yang hanya berupa pernyataan dukungan dan penggalangan dana ini, mampu menambah hammasah perjuangan saudara-saudara kami di Palestina. Insya Allah saat Allah berkehendak kelak, kami semua umat muslim di seluruh dunia akan menemani dan menyambut panggilanmu, wahai Palestina tercinta. Allahu Akbar ..!!!</p>
<p><span style="font-size:large;"><span style="color:#33CCFF;">
<p align="center">PERNYATAAN SIKAP BERSAMA</p>
<p></span></span></p>
<p><span style="font-size:large;"><span style="color:#33CCFF;">
<p align="center">GABUNGAN ORGANISASI MUSLIM INDONESIA SE-KOREA SELATAN</p>
<p></span></span></p>
<p><span style="font-size:large;"><span style="color:#33CCFF;">
<p align="center">TENTANG:</p>
<p></span></span></p>
<p><span style="font-size:large;"><span style="color:#33CCFF;">
<p align="center">AGRESI ISRAEL KE PALESTINA PADA TANGGAL 27 DESEMBER 2008 DAN PENDUDUKAN ISRAEL DI PALESTINA</p>
<p></span></span></p>
<p align="justify">Berdirinya Israel sebagai sebuah entitas negara, pada 14 Mei 1948, pada hakikatnya merupakan sebuah bentuk pendudukan atas wilayah bangsa Palestina. Maka tidak mengherankan bahwa dalam perjalanannya, Israel selalu melakukan upaya represif terhadap setiap upaya perjuangan bangsa Palestina. Terlebih, upaya represi yang dilakukan Israel tersebut selalu mendapat “lampu hijau” dari Amerika Serikat dan sekutunya sehingga sampai saat ini Israel dengan leluasa melakukannya tanpa mendapatkan sanksi apapun dari komunitas internasional.</p>
<p align="justify">Pendudukan Israel itu pun telah mengakibatkan berbagai bencana bagi bangsa Palestina. Mulai dari sulit berkembang dan hancurnya infrastruktur yang ada, kemiskinan, hingga kejahatan kemanusiaan yang dilakukan oleh pihak Israel terhadap bangsa Palestina. Salah satu bentuk kejahatan kemanusiaan yang dilakukan pihak Israel terjadi baru-baru ini pada tanggal 27 Desember 2008, dimana lebih dari 300 warga sipil Palestina meninggal dalam aksi berdarah yang dilakukan oleh pihak Israel tersebut.</p>
<p align="justify">Oleh karena itu, kami gabungan organisasi muslim Indonesia se-Korea Selatan, hari ini, Selasa 30 Desember 2008, menyatakan sikap bahwa kami :</p>
<p align="justify">1. Mengecam penyerangan Israel pada tanggal 27 Desember 2008 dan sebelum-sebelumnya, serta mendesak Israel untuk menghentikan saat ini juga penyerangan dan segala pengerahan militer ke Palestina selama-lamanya.</p>
<p align="justify">2. Menolak berdirinya negara Israel di tanah Palestina dan mengutuk keras penjajahan Israel terhadap Palestina yang telah menyebabkan berbagai pelanggaran Hak Asasi Manusia di Palestina.</p>
<p align="justify">3. Mendukung perjuangan yang dilakukan oleh rakyat Palestina untuk membela tanah airnya dari penjajahan dan mempertahankan kedaulatan, kehormatan, dan hak-haknya.</p>
<p align="justify">4. Mengecam keras upaya-upaya Israel, Amerika, dan sekutunya yang dengan sengaja menciptakan krisis kemanusiaan di wilayah berdaulat Negara Palestina, seperti pengerahan kekuatan militer, blokade bantuan dan tindakan-tindakan kekerasan lainnya yang bertentangan dengan nilai kemanusiaan.</p>
<p align="justify">5. Mengajak umat islam di seluruh penjuru dunia untuk turut membantu meringankan penderitaan saudara kita di Palestina.</p>
<p align="justify">6. Mendesak para pemimpin negara Arab, Islam dan dunia Internasional, serta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan organisasi-organisa si Islam internasional untuk bertindak tegas kepada Israel dan memberikan pembelaan terhadap bangsa Palestina.</p>
<p align="justify">7. Menyeru Pemerintah Republik Indonesia (RI) agar berperan aktif menghentikan serangan Israel dan membantu Palestina, sebagai upaya menghapuskan penjajahan di atas dunia.</p>
<p align="justify">Demikian pernyataan sikap kami. Sebagai salah satu wujud nyata yang kami berikan adalah dengan melakukan upaya penggalangan dana bantuan untuk rakyat Palestina. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan rahmat, taufiq dan hidayah, serta keteguhan iman kepada kita semua, umat Islam, dalam menunaikan amanah sebagai Khalifah di bumi. Allahu Akbar !</p>
<p align="center">Seoul, 30 Desember 2008</p>
<p align="center">Koordinator aksi</p>
<p align="center">Cahyo Noviadi Nugroho</p>
<p align="center"><strong><u>Gabungan Organisasi Muslim Indonesia se-Korea Selatan</u></strong></p>
<p align="center"><strong>Indonesian Muslim Society in Korea (IMUSKA),</strong>/<em>Ketua: Idris Eko Putro</em></p>
<p><em>
<p align="center"><strong>Al Amin, Daegu,</strong>/<em>Ketua: Samsul Bahri</em></p>
<p align="center"><strong>Permata, Daegu,</strong>/<em>Ketua: Muhammad Salim</em></p>
<p align="center"><strong>Kyungnam Muslim Community (KMC), Changwon,</strong>/<em>Ketua: Asep Budimana</em></p>
<p align="center"><strong>Ikatan Muslimin Indonesia (IMNIDA), Daejon</strong>/<em>Ketua: Kustanto Kustara</em></p>
<p align="center"><strong>Jama’ah Sirothol Mustaqim, Ansan,</strong>/<em>Ketua: A. Thohari</em></p>
<p align="center"><strong>Ikatan Keluarga Muslim Indonesia (IKMI), Seoul,</strong>/<em>Ketua: Abdul Aziz</em></p>
<p align="center"><strong>Persaudaraan Muslim Indonesia (PMI), Cheonan</strong>/<em>Ketua: Agus Arifin</em></p>
<p align="center"><strong>Ikatan Keluarga Muslim Indonesia Korea (IKMIK),</strong>/<em>Ketua: Edy Supriadi</em></p>
<p align="center"><strong>Paguyuban Tombo Ati,</strong>/<em>Ketua: Ir. Zainal Zubairi</em></p>
<p align="center"><strong>Jama’ah Yasin, Jincheon,</strong>/<em>Ketua: Ramli</em></p>
<p align="center"><strong>Jama’ah Jum’at, Cheongju,</strong>/<em>Ketua: Dede Djuhana</em></p>
<p align="center"><strong>Persaudaraan Umat Muslim Indonesia Al-Fatah (PUMITA), Busan,</strong>/<em>Ketua: Makmur Setioraharjo</em></p>
<p align="center"><strong><u>Turut Mendukung</u></strong></p>
<p align="center"><strong>Persatuan Pelajar Indonesia di Korea (PERPIKA)</strong>/<em>Presiden: Hardian Reza D</em>.&lt;/</p>
<p align="center"><strong>Lingkar Wirausaha Indonesia (LWI)</strong>/<em>Ketua: Rahayu</em></p>
<p></em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abinabilah.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abinabilah.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abinabilah.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abinabilah.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abinabilah.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abinabilah.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abinabilah.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abinabilah.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abinabilah.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abinabilah.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abinabilah.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abinabilah.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abinabilah.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abinabilah.wordpress.com/137/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abinabilah.wordpress.com&amp;blog=3115957&amp;post=137&amp;subd=abinabilah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abinabilah.wordpress.com/2008/12/31/dukungan-sikap-gabungan-muslim-indonesia-di-korsel-untuk-palestina/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/729f5549d074af54c2fe5f58f93c7647?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">abinabilah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sekuntum Cinta Pengantin Surga</title>
		<link>http://abinabilah.wordpress.com/2008/12/13/sekuntum-cinta-pengantin-surga/</link>
		<comments>http://abinabilah.wordpress.com/2008/12/13/sekuntum-cinta-pengantin-surga/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Dec 2008 13:47:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abinabilah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Curahan Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah dan Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Pengantin Surga]]></category>
		<category><![CDATA[Sekuntum Cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abinabilah.wordpress.com/?p=132</guid>
		<description><![CDATA[Sekuntum Cinta Pengantin Surga Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah dalam bukunya Raudah Al-Muhibbin wa Nuzhah Al-Musytaqin Dahulu di kota Kufah tinggallah seorang pemuda tampan rupawan yang tekun dan rajin beribadat, dia termasuk salah seorang yang dikenal sebagai ahli zuhud. Suatu hari dalam pengembaraannya, pemuda itu melewati sebuah perkampungan yang banyak dihuni oleh kaum An-Nakha’. Demi melepaskan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abinabilah.wordpress.com&amp;blog=3115957&amp;post=132&amp;subd=abinabilah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:large;"><span style="color:#ff33ff;"><strong>Sekuntum Cinta Pengantin Surga</strong></span></span></p>
<p><span style="color:#C25283;"><em>Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah dalam bukunya </em><em>Raudah Al-Muhibbin wa Nuzhah Al-Musytaqin</em></span>
</p>
<p align="justify">
Dahulu di kota Kufah tinggallah seorang pemuda tampan rupawan yang tekun dan rajin beribadat, dia termasuk salah seorang yang dikenal sebagai ahli zuhud. Suatu hari dalam pengembaraannya, pemuda itu melewati sebuah perkampungan yang banyak dihuni oleh kaum An-Nakha’. Demi melepaskan penat dan lelah setelah berhari-hari berjalan maka singgahlah dia di kampung tersebut. Di persinggahan si pemuda banyak bersilaturahim dengan kaum muslimin. Di tengah kekhusyu’annya bersilaturahim itulah dia bertemu dengan seorang gadis yang cantik jelita.
</p>
<p align="justify">Sepasang mata bertemu, seakan saling menyapa, saling bicara. Walau tak ada gerak lidah! Tak ada kata-kata! Mereka berbicara dengan bahasa jiwa. Karena bahasa jiwa jauh lebih jujur, tulus dan apa adanya. Cinta yang tak terucap jauh lebih berharga dari pada cinta yang hanya ada di ujung lidah. Maka jalinan cintapun tersambung erat dan membuhul kuat. Begitulah sejak melihatnya pertama kali, dia pun jatuh hati dan tergila-gila. Sebagai anak muda, tentu dia berharap cintanya itu tak bertepuk sebelah tangan, namun begitulah ternyata gayung bersambut. Cintanya tidak berada di alam khayal, tapi mejelma menjadi kenyataan.<br />
Benih-benih cinta itu bagai anak panah melesat dari busurnya, pada pertemuan yang tersamar, pertemuan yang berlangsung sangat sekejab, pertemuan yang selalu terhalang oleh hijab. Demikian pula si gadis merasakan hal serupa sejak melihat pemuda itu pada kali yang pertama.
</p>
<p><span id="more-132"></span>
<p align="justify">Begitulah cinta, ketika ia bersemi dalam hati… terkembang dalam kata… terurai dalam perbuatan…Ketika hanya berhenti dalam hati, itu cinta yang lemah dan tidak berdaya. Ketika hanya berhenti dalam kata, itu cinta yang disertai dengan kepalsuan dan tidak nyata…<br />
Ketika cinta sudah terurai jadi perbuatan, cinta itu sempurna seperti pohon; akarnya terhujam dalam hati, batangnya tertegak dalam kata, buahnya menjumbai dalam perbuatan. Persis seperti iman, terpatri dalam hati, terucap dalam lisan, dan dibuktikan oleh amal.<br />
Semakin dalam makna cinta direnungi, semakin besar fakta ini ditemukan. Cinta hanya kuat ketika ia datang dari pribadi yang kuat, bahwa integritas cinta hanya mungkin lahir dari pribadi yang juga punya integritas. Karena cinta adalah keinginan baik kepada orang yang kita cintai yang harus menampak setiap saat sepanjang kebersamaan.
</p>
<p align="justify">Begitupun dengan si pemuda, dia berpikir cintanya harus terselamatkan! Agar tidak jadi liar, agar selalu ada dalam keabadian. Ada dalam bingkai syari’atnya. Akhirnya diapun mengutus seseorang untuk meminang gadis pujaannya itu. Akan tetapi keinginan tidak selalu seiring sejalan dengan takdir Allah. Ternyata gadis tersebut telah dipertunangkan dengan putera bapak saudaranya.<br />
Mendengar keterangan ayah si gadis itu, pupus sudah harapan si pemuda untuk menyemai cintanya dalam keutuhan syari’at. Gadis yang telah dipinang tidak boleh dipinang lagi. Tidak ada jalan lain. Tidak ada jalan belakang, samping kiri, atau samping kanan. Mereka sadar betul bahwa jalinan asmaranya harus diakhiri, karena kalau tidak, justeru akan merusak ’anugerah’ Allah yang terindah ini.
</p>
<p align="justify">Bayangkan, bila dua kekasih bertemu dan masing-masing silau serta mabuk oleh cahaya yang terpancar dari orang yang dikasihi, ia akan melupakan harga dirinya, ia akan melepas baju kemanusiaannya dengan menabrak tabu. Dan, sekali bunga dipetik, ia akan layu dan akhirnya mati, dipijak orang karena sudah tak berguna. Jalan belakang ’back street’ tak ubahnya seperti anak kecil yang merusak mainannya sendiri. Penyesalan pasti akan datang belakangan, menangispun tak berguna, menyesal tak mengubah keadaan, badan hancur jiwa binasa.
</p>
<p align="justify">Cinta si gadis cantik dengan pemuda tampan masih menggelora. Mereka seakan menahan beban cinta yang sangat berat. Si gadis berpikir barangkali masih ada celah untuk bisa ’diikhtiarkan’ maka rencanapun disusun dengan segala kemungkinan terpahit. Maka si gadis mengutus seorang hambanya untuk menyampaikan sepucuk surat kepada pemuda tambatan hatinya:<br />
<em>”Aku tahu betapa engkau sangat mencintaiku dan karenanya betapa besar penderitaanku terhadap dirimu sekalipun cintaku tetap untukmu. Seandainya engkau berkenan, aku akan datang berkunjung ke rumahmu atau aku akan memberikan kemudahan kepadamu bila engkau mau datang ke rumahku.”</em>
</p>
<p align="justify">Setelah membaca isi surat itu dengan seksama, si pemuda tampan itu pun berpesan kepada kurir pembawa surat wanita pujaan hatinya itu.<br />
<em>“Kedua tawaran itu tidak ada satu pun yang kupilih! Sesungguhnya aku takut akan siksaan hari yang besar bila aku sampai durhaka kepada Tuhanku. Aku juga takut akan neraka yang api dan jilatannya tidak pernah surut dan padam.”</em>
</p>
<p align="justify">Pulanglah kurir kekasihnya itu dan dia pun menyampaikan segala yang disampaikan oleh pemuda tadi.
</p>
<p align="justify">Tawaran ketemuan? Dua orang kekasih? Sungguh sebuah tawaran yang memancarkan harapan, membersitkan kenangan, menerbitkan keberanian. Namun bila cinta dirampas oleh gelora nafsu rendah, keindahannya akan lenyap seketika. Dan berubah menjadi naga yang memuntahkan api dan menghancurkan harga diri kita. Sungguh heran bila saat ini orang suka menjadi korban dari amukan api yang meluluhlantakkan harga dirinya, dari pada merasakan keindahan cintanya.
</p>
<p align="justify"><em>“Sungguh selama ini aku belum pernah menemukan seorang yang zuhud dan selalu takut kepada Allah swt seperti dia. Demi Allah, tidak seorang pun yang layak menyandang gelar yang mulia kecuali dia, sementara hampir kebanyakan orang berada dalam kemunafikan.”</em> Si gadis berbangga dengan kesalehan kekasihnya.
</p>
<p align="justify">Setelah berkata demikian, gadis itu merasa tidak perlu lagi kehadiran orang lain dalam hidupnya. Pada diri pemuda itu telah ditemukan seluruh keutuhan cintanya. Maka jalan terbaik setelah ini adalah mengekalkan diri kepada ’Sang Pemilik Cinta’. Lalu diapun meninggalkan segala urusan duniawinya serta membuang jauh-jauh segala sesuatu yang berkaitan dengan dunia. Memakai pakaian dari tenunan kasar dan sejak itu dia tekun beribadat, sementara hatinya merana, badannya juga kurus oleh beban cintanya yang besar kepada pemuda yang dicintainya.
</p>
<p align="justify">Bila kerinduan kepada kekasih telah membuncah, dan dada tak sanggup lagi menahahan kehausan untuk bersua, maka saat malam tiba, saat manusia terlelap, saat bumi menjadi lengang, diapun berwudlu. Shalatlah dia dikegelapan gulita, lalu menengadahkan tangan, memohon bantuan Sang Maha Pencipta agar melalui kekuasaa-Nya yang tak terbatas dan dapat menjangkau ke semua wilayah yang tak dapat tersentuh manusia., menyampaikan segala perasaan hatinya pada kekasih hatinya. Dia berdoa karena rindu yang sudah tak tertanggungkan, dia menangis seolah-olah saat itu dia sedang berbicara dengan kekasihnya. Dan saat tertidur kekasihnya hadir dalam mimpinya, berbicara dan menjawab segala keluh-kesah hatinya.
</p>
<p align="justify">Dan kerinduannya yang mendalam itu menyelimuti sepanjang hidupnya hingga akhirnya Allah memanggil ke haribaanNya. Gadis itu wafat dengan membawa serta cintanya yang suci. Yang selalu dijaganya dari belitan nafsu syaithoni. Jasad si gadis boleh terbujur dalam kubur, tapi cinta si pemuda masih tetap hidup subur. Namanya masih disebut dalam doa-doanya yang panjang. Bahkan makamnya tak pernah sepi diziarahi.
</p>
<p align="justify">Cinta memang indah, bagai pelangi yang menyihir kesadaran manusia. Demikian pula, cinta juga sangat perkasa. Ia akan menjadi benteng, yang menghalau segala dorongan yang hendak merusak keindahan cinta yang bersemayam dalam jiwa. Ia akan menjadi penghubung antara dua anak manusia yang terpisah oleh jarak bahkan oleh dua dimensi yang berbeda
</p>
<p align="justify">Pada suatu malam, saat kaki tak lagi dapat menyanggah tubuhnya, saat kedua mata tak kuasa lagi menahan kantuknya, saat salam mengakhiri qiyamullailnya, saat itulah dia tertidur. Sang pemuda bermimpi seakan-akan melihat kekasihnya dalam keadaan yang sangat menyenangkan.
</p>
<p align="justify">Bagaimana keadaanmu dan apa yang kau dapatkan setelah berpisah denganku?” Tanya Pemuda itu di alam mimpinya.</p>
<p>Gadis kekasihnya itu menjawab dengan menyenandungkan untaian syair:</p>
<p><em>Kasih…</p>
<p>cinta yang terindah adalah mencintaimu,</p>
<p>sebuah cinta yang membawa kepada kebajikan.</p>
<p>Cinta yang indah hingga angin syurga berasa malu</p>
<p>burung syurga menjauh dan malaikat menutup pintu.</em></p>
<p>Mendengar penuturan kekasihnya itu, pemuda tersebut lalu bertanya kepadanya, <em>“Di mana engkau berada?”</em></p>
<p>Kekasihnya menjawab dengan melantunkan syair:</p>
<p><em>Aku berada dalam kenikmatan</p>
<p>dalam kehidupan yang tiada mungkin berakhir</p>
<p>berada dalam syurga abadi yang dijaga</p>
<p>oleh para malaikat yang tidak mungkin binasa</p>
<p>yang akan menunggu kedatanganmu,</p>
<p>wahai kekasih…</p>
<p>“Di sana aku bermohon agar engkau selalu mengingatku dan sebaliknya aku pun tidak dapat melupakanmu!”</em> Pemuda itu mencoba merespon syair kekasihnya</p>
<p><em>“Dan demi Allah, aku juga tidak akan melupakan dirimu. Sungguh, aku telah memohon untukmu kepada Tuhanku juga Tuhanmu dengan kesungguhan hati, hingga Allah berkenan memberikan pertolongan kepadaku!” </em>jawab si gadis kekasihnya itu.</p>
<p><em>“Bilakah aku dapat melihatmu kembali?” </em>Tanya si pemuda menegaskan</p>
<p><em>“Tak lama lagi engkau akan datang menyusulku kemari,” </em>Jawab kekasihnya.</p>
<p align="justify">Tujuh hari sejak pemuda itu bermimpi bertemu dengan kekasihnya, akhirnya Allah mewafatkan dirinya. Allah mempertemukan cinta keduanya di alam baqa, walau tak sempat menghadirkan romantismenya di dunia. Allah mencurahkan kasih sayang-Nya kepada mereka berdua menjadi pengantin syurga.</p>
<p align="justify">Subhanallaah!<br />
Cinta memiliki kekuatan yang luar biasa. Pantaslah kalau cinta membutuhkan aturan. Tidak lain dan tidak bukan, agar cinta itu tidak berubah menjadi cinta yang membabi buta yang dapat menjerumuskan manusia pada kehidupan hewani dan penuh kenistaan. Bila cinta dijaga kesuciannya, manusia akan selamat. Para pasangan yang saling mencintai tidak hanya akan dapat bertemu dengan kekasih yang dapat memupus kerinduan, tapi juga mendapatkan ketenangan, kasih sayang, cinta, dan keridhaan dari dzat yang menciptakan cinta yaitu Allah SWT. Di negeri yang fana ini atau di negeri yang abadi nanti.</p>
<p align="justify">
<div align="right"><span style="font-size:large;"><br />
ومن آياته أن خلق لكم من أنفسكم أزواجا لتسكنوا إليها وجعل بينكم مودة ورحمة إن في ذلك لآيات لقوم يتفكرون</span></div>
</p>
<p align="justify">
<p align="justify"><em>“Dan di antara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya di antara kamu rasa kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.”</em> (QS.Ar-Ruum : 21)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abinabilah.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abinabilah.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abinabilah.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abinabilah.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abinabilah.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abinabilah.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abinabilah.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abinabilah.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abinabilah.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abinabilah.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abinabilah.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abinabilah.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abinabilah.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abinabilah.wordpress.com/132/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abinabilah.wordpress.com&amp;blog=3115957&amp;post=132&amp;subd=abinabilah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abinabilah.wordpress.com/2008/12/13/sekuntum-cinta-pengantin-surga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/729f5549d074af54c2fe5f58f93c7647?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">abinabilah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Seorang Muslim Mengelola Berita</title>
		<link>http://abinabilah.wordpress.com/2008/11/23/bagaimana-seorang-muslim-mengelola-berita/</link>
		<comments>http://abinabilah.wordpress.com/2008/11/23/bagaimana-seorang-muslim-mengelola-berita/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 Nov 2008 18:09:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abinabilah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Islam Wayz]]></category>
		<category><![CDATA[berita muslim]]></category>
		<category><![CDATA[mengelola berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abinabilah.wordpress.com/?p=109</guid>
		<description><![CDATA[Bagaimana Seorang Muslim Mengelola Berita Oleh : Abu Nabilah Era kemajuan teknologi saat ini sangatlah pesat. Arus informasi begitu lancar, bahkan kejadian yang terjadi di suatu Negara akan dapat dengan cepat sampai ke Negara lain yang letaknya jauh melewati benua dan lautan. Berkembangnya arus informasi ini sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia, bahkan menentukan kelangsungan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abinabilah.wordpress.com&amp;blog=3115957&amp;post=109&amp;subd=abinabilah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:large;"><span style="color:#254117;"><strong>Bagaimana Seorang Muslim Mengelola Berita</strong></span></span></p>
<p><span style="color:#008000;"><em>Oleh : Abu Nabilah</em></span>
</p>
<p align="justify">Era kemajuan teknologi saat ini sangatlah pesat. Arus informasi begitu lancar, bahkan kejadian yang terjadi di suatu Negara akan dapat dengan cepat sampai ke Negara lain yang letaknya jauh melewati benua dan lautan.<br />
Berkembangnya arus informasi ini sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia, bahkan menentukan kelangsungan hidup manusia di muka bumi. Seorang pakar informasi pernah mengatakan, <em>“ barang siapa menguasai informasi, maka dia akan menguasai dunia”</em>. Kiranya ungkapan ini tidaklah berlebihan, manakala sebuah informasi yang didapatkan dikelola dengan baik, maka informasi tersebut dapat menjadi langkah awal dalam suatu proses pencapaian tujuan. Pengelolaan dan pemanfaatan informasi atau berita secara tepat dapat menentukan langkah keberhasilan atau kemenangan.
</p>
<p align="justify">Kita dapat melihat contoh nyata dari sirah perang badar. Manakala Rasulullah Saw bersama para sahabat beliau berhasil mendapatkan berita dari para pedagang yang melintas di daerah antara madinah dan badar, mereka segera dapat mengetahui keberadaan para pasukan kafir quraisy, sehingga Rasulullah Saw beserta para sahabat dapat menentukan strategi yang tepat untuk menghadapi mereka.
</p>
<p align="justify">Informasi dan berita yang tersampaikan pun bisa membawa kemudharatan dan keburukan, manakala informasi ini tidak dikelola dengan cara yang baik dan tidak dengan tujuan yang baik. Sebagai seorang muslim, Allah SWT dan Rasul-Nya telah mencontohkan bagaimana cara mengelola suatu berita atau informasi, sehingga dapat bermanfaat dan tidak menimpakan suatu keburukan dalam kehidupan ini.
</p>
<p align="justify">Muslim dapat berkaca pada kejadian masa lampau, manakala fitnah telah menimpa istri Rasulullah Saw, Siti Aisyah ra, dengan tuduhan telah selingkuh. Saat itu dalam perjalanan pulang dari <em>peperangan Bani Musthaliq</em>, <strong>Siti Aisyah ra</strong> tertinggal di belakang dari rombongan Rasulullah Saw dan akhirnya bertemu dengan sahabat Rasulullah yang bernama <strong>Shafwan bin Mu’athal ra</strong>. Sahabat ini akhirnya menemani perjalanan pulang Siti Aisyah dengan maksud untuk melindungi beliau. Sesampainya mereka di tempat, kaum munafik termasuk <strong>Abdullah bin Ubay bin Salul </strong>malah menyebarkan berita bohong bahwa istri nabi, Siti Aisyah ra telah selingkuh dengan Shafwan ra, sehingga berita ini dengan cepat menyebar ke kalangan muslim dan menyebabkan Rasulullah saw gelisah dan beberapa saat tidak menegur istrinya, hingga datang pembelaan langsung dari Allah SWT. Kejadian ini dikenal dengan peristiwa <em>Hadistul Ifki</em>, dan dapat dilihat pada surat An-Nuur (24) : 11-21.
</p>
<p align="justify">Begitu besar keburukan dan kerusakan yang dapat ditimbulkan oleh suatu berita yang tidak akurat, begitu banyak kemudharatan dan kedzaliman yang akan menimpa suatu kaum dikarenakan berita yang tidak dapat dipertanggung-jawabkan. Oleh sebab itu, agama Islam ini telah mengajarkan kepada kita untuk dapat mengelola berita atau informasi secara bijaksana sesuai dengan Allah SWT syariatkan dan Rasulullah saw contohkan, yaitu :
</p>
<p align="justify"><span style="color:#342D7E;"><strong>1.	Berbaik Sangka atau <em>Husnudzan</em></strong></span><br />
Apabila kita mendapatkan berita ataupun informasi yang buruk tentang saudara muslim kita, maka yang pertama kali harus kita kedepankan adalah membangun prasangka baik kita kepadanya (husnudzan). Boleh jadi bahwa berita buruk yang sampai ke telinga kita adalah berita fitnah dan jauh dari kebenaran, dan boleh jadi berita tersebut adalah benar adanya tetapi juga jauh dari keakuratan. Sehingga alangkah bijaksananya jika kita tidak mempercayai begitu saja berita yang kita dengar tentang saudara muslim kita lainnya apalagi jika berita tersebut disampaikan oleh seorang munafik dan kafir.<br />
Allah SWT berfirman di awal surat Al-Hujurat ayat 12 :</p>
<div align="right"><span style="font-size:large;"><br />
يا أيها الذين آمنوا اجتنبوا كثيرا من الظن إن بعض الظن إثم </span></div>
<p><em>“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah oleh kalian kebanyakan dari prasangka (kecurigaan), karena sesungguhnya sebagian dari prasangka itu dosa..”</em><br />
 (Qs.49 : 12)</p>
<p>Abu Hurairah ra pernah menyampaikan sebuah hadist Rasulullah Saw yang berbunyi : </p>
<div align="right"><span style="font-size:large;"></p>
<p>إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيْثِ، وَلاَ تَحَسَّسُوْا، وَلاَ تَجَسَّسُوْا، وَلاَ تَنَافَسُوْا، وَلاَ تَحَاسَدُوْا، وَلاَ تَبَاغَضُوْا، وَلاَ تَدَابَرُوْا، وَكُوْنُوْا عِبَادَ اللهَ إِخْوَانًا كَمَا أَمَرَكُمْ، الْمُسْلِمُ أَخُوْ الْمُسْلِمِ، لاَ يَظْلِمُهُ، وَلاَ يَخْذُلُهُ، وَلاَ يَحْقِرُهُ، التَّقْوَى هَهُنَا، التَّقْوَى ههُنَا -يُشِيْرُ إِلَى صَدْرِهِ- بِحَسْبِ امْرِئٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ، كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ دَمُهُ وَعِرْضُهُ وَمَالُهُ، إِنَّ اللهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى أَجْسَامِكُمْ، وَلاَ إِلَى صُوَرِكُمْ، وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوْبِكُمْ وَ أَعْمَالِكُمْ<br />
</span></div>
</p>
<p align="justify"><em>“Hati-hati kalian dari persangkaan yang buruk (zhan) karena zhan itu adalah ucapan yang paling dusta. Janganlah kalian mendengarkan ucapan orang lain dalam keadaan mereka tidak suka. Janganlah kalian mencari-cari aurat/cacat/cela orang lain. Jangan kalian berlomba-lomba untuk menguasai sesuatu. Janganlah kalian saling hasad, saling benci, dan saling membelakangi. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara sebagaimana yang Dia perintahkan. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, maka janganlah ia menzalimi saudaranya, jangan pula tidak memberikan pertolongan/bantuan kepada saudaranya dan jangan merendahkannya. Takwa itu di sini, takwa itu di sini.” Beliau mengisyaratkan (menunjuk) ke arah dadanya. “Cukuplah seseorang dari kejelekan bila ia merendahkan saudaranya sesama muslim. Setiap muslim terhadap muslim yang lain, haram darahnya, kehormatan dan hartanya. Sesungguhnya Allah tidak melihat ke tubuh-tubuh kalian, tidak pula ke rupa kalian akan tetapi ia melihat ke hati-hati dan amalan kalian.” </em> (HR. ِAl-Bukhari No. 6066 dan Muslim No. 6482)
</p>
<p><span id="more-109"></span></p>
<p><span style="color:#342D7E;"><strong>2.	Melakukan Tabayyun</strong></span><br />
Allah SWT firmannya di surat Al-Hujurat ayat 6 :</p>
<div align="right"><span style="font-size:large;"><br />
يا أيها الذين آمنوا إن جاءكم فاسق بنبأ فتبينوا أن تصيبوا قوما بجهالة فتصبحوا
<p>
على ما فعلتم نادمين
</p>
<p></span></div>
<p align="justify"><em>“Wahai orang-orang yang beriman !, jika seorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali  perbuatanmu itu” </em><br />
(Qs. 49 : 6)
</p>
<p align="justify">Allah SWT mengajarkan kita untuk melakukan tabayyun atau memeriksa kembali dengan seksama terhadap berita yang kita terima, baik dari seorang muslim, lebih-lebih jika kita terima dari seorang kafir.
</p>
<p align="justify">Hal ini kita lakukan agar kita tidak terjebak fitnah yang dilontarkan oleh orang-orang yang fasik, yang menginginkan tersebarnya keburukan orang lain. Kita harus berlaku adil terhadap sesama muslim, bahkan keadilan terhadap berita yang menceritakan tentang dirinya yang tersampaikan kepada kita. Melakukan tabayyun lebih baik dilakukan terhadap kedua pihak, terhadap objek yang diberitakan maupun kepada pembawa berita ataupun pihak yang disengketakan, sehingga kita bisa mendapatkan informasi yang akurat dan berimbang.
</p>
<p align="justify">Dengan begini, kita bisa menjaga diri dari berpikiran buruk atau su’udzan terhadap saudara muslim kita lainnya, dan kita juga terhindar menjadi penyebar berita buruk yang mengada-ada tentang saudara muslim kita tersebut.
</p>
<p align="justify">Dalam sebuah hadits, Sahabat Abi Hurairah ra berkata, bahwa Nabi saw telah bersabda: <em>“Barangsiapa menutur kejelekan seseorang dengan mengada-ada dalam rangka menghina dan meremehkannya, maka Allah akan memasukkannya ke dalam siksa neraka sehingga dia bisa membuktikan apa yang dikatakannya itu.” </em>(HR. Thabrani).</p>
<p align="justify"><span style="color:#342D7E;"><strong>3.	Tidak menyebarkan berita keburukan saudara muslim yang lain</strong></span><br />
Jika berita keburukan saudara kita telah sampai kepada kita, hendaknyalah sebisa mungkin kita menahan diri untuk tidak turut andil dalam menyebarkan keburukan saudara muslim kita itu, kecuali dengan pertimbangan bahwa keburukan yang dilakukan oleh saudara kita dapat mengakibatkan keburukan bagi kaum yang lain.
</p>
<p align="justify">Kita harus senantiasa menjaga lisan ini, untuk digunakan sesuai dengan yang Allah ridhai, bukan malah menjadi alasan untuk lebih menjerumuskan kita kedalam neraka, sebab Rasulullah SAW  bersabda :
<div align="right"><span style="font-size:large;"><br />
أكثر ما يدخل الناس النار الفم والفرج) رواه الترمذي وابن حبان في صحيحه<br />
</span></div>
<p><em>&#8220;Yang paling banyak menjerumuskan manusia ke-dalam neraka adalah mulut dan kemaluan&#8221;</em><br />
(H.R. Turmudzi dan dia berkata hadits ini shahih.)
</p>
<p align="justify">Perbuatan ikut menyebarkan keburukan orang lain yang terucap oleh lisan dan mulut kita, manakala berita itu benar, maka jatuhnya adalah melakukan ghibah, dan manakalah berita itu salah maka kita terjerumus melakukan fitnah terhadap saudara kita sendiri, hingga sudah sepantasnyalah  jika neraka sebagai balasannya.
</p>
<p align="justify">Allah SWT sendiri telah mengingatkan kita dalam surat Al-Hujurat ayat 12, bahwa kita ibarat memakan daging saudara kita yang telah mati, jika kita melakukan fitnah terhadap saudara kita, <em>na’udzubillahi mindzalik.</em>
<div align="right"><span style="font-size:large;"><br />
يا أيها الذين آمنوا اجتنبوا كثيرا من الظن إن بعض الظن إثم</p>
<p> ولا تجسسوا ولا يغتب بعضكم بعضا أيحب أحدكم أن يأكل لحم أخيه ميتا فكرهتموه
</p>
<p> واتقوا الله إن الله تواب رحيم
</p>
<p></span></div>
</p>
<p align="justify"><em>“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah oleh kalian kebanyakan dari prasangka (kecurigaan), karena sesungguhnya sebagian dari prasangka itu dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, janganlah ada diantara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati ? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh Allah Maha Penerima Taubat, Maha Penyayang”</em> (Qs.49 : 12)
</p>
<p>Rasulullah Saw juga bersabda : </p>
<div align="right"><span style="font-size:large;"><br />
لاَ يَسْتُرُ اللهُ عَلَى عَبْدٍ فِي الدُّنْيَا إِلاَّ سَتَرَهُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ<br />
</span></div>
<p><em>“ Tidaklah Allah menutup aib seorang hamba di dunia melainkan nanti di hari kiamat, Allah juga akan menutup aibnya”</em> (HR. Muslim  No.6537)</p>
<div align="right"><span style="font-size:large;"><br />
..وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللهُ فيِ الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ،..<br />
</span></div>
<p><em>“..Siapa yang menutup aib seorang muslim niscaya Allah akan menutup aibnya di dunia dan kelak di akhirat..” </em>(HR. Muslim)
</p>
<p>Semoga Allah SWT menjaga lisan-lisan ini untuk senantiasa basah oleh dzikrullah dan meng-Agungkan Asma Allah SWT.</p>
<p align="justify"><span style="color:#342D7E;"><strong>4.	Mengingatkan kesalahan dan membantunya</strong></span><br />
Manusia adalah makhluq Allah yang lemah yang Allah ciptakan bersama dengan Nafsu yang menyertainya. Jama’ah manusia bukanlah jama’ah Malaikat, yang diciptakan-Nya tanpa mempunyai nafsu dan terhindar dari kesalahan karena kepatuhan dan ketundukkannya kepada Allah SWT. Hingga suatu keniscayaan bahwa manusia akan melakukan kesalahan dan kekhilafan dalam kehidupannya. Sudah menjadi tugas seorang muslim untuk saling mengingatkan kesalahan saudaranya dan membantunya untuk memperbaikinya. Saling mengisi kekurangannya, dan saling memperkuat kelebihannya. Akan indah kehidupan ini, jika kaum muslimin bisa hidup saling membantu dan memberi manfaat, bukan saling menyebarkan keburukan dan menjatuhkan. </p>
<p align="justify">Rasulullah saw bersabda : <em>“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat kepada manusia (lain)”. </em>(Hadist Hasan, diriwayatkan oleh Jabir bin ‘Abdullah ra).</p>
<p>Rasulullah Saw juga bersabda :</p>
<div align="right"><span style="font-size:large;"><br />
مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا، نَفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، …<br />
</span></div>
</p>
<p align="justify"><em>“Siapa yang melepaskan dari seorang mukmin suatu kesusahan yang sangat dari kesusahan dunia niscaya Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan dari kesusahan di hari kiamat..” </em><br />
(HR. Muslim no.2699)</p>
<p align="justify"><span style="color:#342D7E;"><strong>5.	Mendo’akan bagi kebaikan saudara muslim lainnya.</strong></span><br />
Akhirnya setelah kita mengetahui kejelasan berita secara akurat tentang saudara muslim kita lainnya, lalu kita bersabar dengan tidak menyebarkan keburukannya dan ikut andil dalam nasehat mengingatkan kesalahannya, maka hal terakhir yang bisa dilakukan oleh seorang mukmin adalah mendo’akan bagi kebaikannya.
</p>
<p align="justify">Mendo’akan bagi kebaikan saudara muslim yang lain adalah salah satu bentuk kepedulian dan kecintaan kita pada saudara kita dalam wujud amalan yang paling sederhana, manakala kita tidak bisa ikut membantu menyelesaikan beban dan masalah yang menimpanya, maka hendaknyalah dalam setiap sujud sholat kita, dalam setiap keheningan malam munajat kita pada Sang Maha Kuasa, kita sertakan nama saudara kita dalam untaian kata penuh harap kepada Sang Maha Penyayang. Kita do’akan kebaikan saudara kita sebagaimana kita berdo’a untuk kebaikan kita diri kita sendiri.
</p>
<p align="justify">Rasulullah Saw bersabda, <em>“do’anya seorang saudara muslim untuk saudaranya muslim yang lain tanpa sepengetahuannya adalah tidak ditolak</em>”. (HR. Al Bazzar, dengan sanad Shahih).
</p>
<p align="justify">Itulah sebagai wujud rasa cinta kita kepada saudara kita yang lainnya, mendo’akan kebaikan saudara muslim tanpa diminta, dan tanpa sepengetahuannya. Wujud cinta yang merupakan buah manis dari keimanan kita kepada Allah SWT, hingga kita dapat mencintai saudara kita sebagaimana kita mencintai diri kita sendiri, sehingga kita mendo’akan yang terbaik bagi saudara kita sebagaimana kita berharap Allah memberikan yang terbaik bagi kehidupan kita pribadi.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abinabilah.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abinabilah.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abinabilah.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abinabilah.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abinabilah.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abinabilah.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abinabilah.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abinabilah.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abinabilah.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abinabilah.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abinabilah.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abinabilah.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abinabilah.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abinabilah.wordpress.com/109/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abinabilah.wordpress.com&amp;blog=3115957&amp;post=109&amp;subd=abinabilah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abinabilah.wordpress.com/2008/11/23/bagaimana-seorang-muslim-mengelola-berita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/729f5549d074af54c2fe5f58f93c7647?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">abinabilah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tanggung Jawab Pemimpin</title>
		<link>http://abinabilah.wordpress.com/2008/11/20/tanggung-jawab-pemimpin/</link>
		<comments>http://abinabilah.wordpress.com/2008/11/20/tanggung-jawab-pemimpin/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Nov 2008 06:54:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abinabilah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Islam Wayz]]></category>
		<category><![CDATA[Tarbiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Nahwan Annur]]></category>
		<category><![CDATA[pemimpin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abinabilah.wordpress.com/?p=91</guid>
		<description><![CDATA[Risalah Nahwan An Nur 1 Tanggung Jawab Pemimpin Dalam kehidupan masyarakat, apalagi pada masyarakat Islam yang memiliki misi sangat mulia dalam hidupnya, pemimpin memiliki kedudukan yang sangat penting. Dalam perjalanan jauh (safar) tiga orang, satu di antara mereka harus diangkat sebagai pemimpin perjalanan, sementara shalat yang diikuti oleh orang banyak baru disebut shalat berjamaah manakala [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abinabilah.wordpress.com&amp;blog=3115957&amp;post=91&amp;subd=abinabilah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><b>Risalah Nahwan An Nur 1 </b></em><br />
<font><strong>Tanggung Jawab Pemimpin</strong></font></p>
<p align="justify">Dalam kehidupan masyarakat, apalagi pada masyarakat Islam yang memiliki misi sangat mulia dalam hidupnya, pemimpin memiliki kedudukan yang sangat penting. Dalam perjalanan jauh (safar) tiga orang, satu di antara mereka harus diangkat sebagai pemimpin perjalanan, sementara shalat yang diikuti oleh orang banyak baru disebut shalat berjamaah manakala ada imam (pemimpin) dan makmum. Oleh karena itu, ketika Rasulullah Saw wafat, yang pertama dilakukan oleh para sahabat adalah memilih pemimpin yang menggantikan beliau, sehingga jenazah Rasul Saw tidak begitu mendapat perhatian. Ini menunjukkan betapa kedudukan pemimpin sedemikian penting. Karena itu baik dan tidaknya suatu organisasi, jamaah dan bangsa salah satunya sangat tergantung kepada pemimpin. Namun, di dalam Islam, kesempatan menjadi pemimpin bukanlah untuk meraih popularitas kekayaan yang banyak, apalagi untuk mengacaukan dan memperburuk kehidupan masyarakat, kepemimpinan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan untuk menegakkan nilai-nilai kebenaran Islam, karenanya seorang pemimpin harus mampu mempertanggungjawabkan kepemimpinannya di hadapan Allah Taala. Rasulullah saw bersabda : </p>
<div align="center"><span style="font-size:x-large;"> كُلُّكٌم  رَاعٍ وَ كُلُّكُم مَسؤُوْلٌ عَن رَعِيَّتِهِ </span></p>
<p>“Tiap kamu adalah pemimpin, dan setiap kamu akan dimintai pertanggungjawaban tentang kepemimpinannya.” </p></div>
<p align="justify">Karena kedudukan pemimpin yang begitu strategis, maka Imam Syahid Hasan AI-Banna telah berkirim surat kepada sejumlah tokoh, baik tokoh-tokoh pemimpin struktural seperti kepala negara dan pemerintahan seperti Raja Farouq I yang berkuasa atas Mesir dan Sudan, Mustafa An Nahhas sebagai Perdana Menterinya serta kepada para penguasa di negeri-negeri muslim lainnya, maupun tokoh-tokoh pemimpin non struktural di tengah-tengah masyarakat yang pendapat-pendapat mereka didengar serta perilaku mereka menjadi panutan umat.</p>
<p><span id="more-91"></span></p>
<p>Masa Transisi </p>
<p align="justify">Dalam risalah (surat) yang dikirim kepada para pemimpin dunia itu, Imam Hasan AI Banna mengingatkan bahwa masa yang paling rawan dalam kehidupan umat adalah ketika berlangsungnya masa peralihan. Karena saat itulah ideologi kehidupan yang baru diberlakukan, langkah-langkah ke depan mulai digariskan dan nilai-nilai kehidupan dibangun. Perjalanan kehidupan masyarakat kita hingga sekarang ini telah mengalami beberapa kali masa transisi dari kondisi yang satu ke kondisi yang lain mulai dari kondisi terjajah hingga meraih kemerdekaan. Namun kemerdekaan ternyata belum mengakhiri persoalan-persoalan mendasar dalam kehidupan masyarakat, termasuk sebagai masyarakat muslim. Kepemimpinan yang tidak amanah membuat penderitaan, kesulitan dan keterkungkungan kembali dialami sebagaimana pada masa terjajah bahkan mungkin lebih berat lagi pada sisi-sisi tertentu. Oleh karena itu, masa transisi merupakan masa yang sangat genting, dan sangat menentukan bagi masa depan yang lebih baik, karenanya para aktivis dakwah harus mengambil peran kepemimpinan sesuai dengan potensi, kemampuan dan bidangnya masing-masing guna memberi arah bagi masa depan masyarakat yang Islami. Salah satu peran yang harus dimainkan pada masa transisi adalah memberi arah bagi perencanaan kehidupan bangsa yang matang dan jelas dalam berbagai aspek kehidupan. Di sinilah letak pentingnya bagi kita untuk memahami situasi dan kondisi yang dirasakan oleh masyarakat sekaligus kita ketahui potensi atau sumber daya yang mereka miliki.<br />
Manakala perencanaan dirumuskan dengan memahami situasi dan kondisi masyarakat, maka kematangannya tercermin pada perencanaan yang realistis sehingga bisa diwujudkan dalam kehidupan nyata.</p>
<p>Di Persimpangan Jalan </p>
<p align="justify">Ketika suatu masyarakat berada pada masa transisi, maka masyarakat itu berarti berada persimpangan jalan. Ada semacam kebingungan tentang jalan mana yang harus ditempuh dari sekian banyak jalan yang ada agar tidak sesat dari jalan yang semestinya. Bila dalam kondisi itu jalan yang ditempuh salah, maka sangat fatal akibat yang akan diderita umat pada masa mendatang. Dalam situasi dan kondisi umat seperti itu, Imam Syahid Hasan AI Banna menggariskan dua jalan penting yang harus ditempuh.</p>
<p align="justify">1.	Membebaskan umat dari berbagai belenggu penindasan sampai umat Islam memperoleh kembali kemerdekaannya. Untuk itu, ada empat hal yang harus mendapat perhatian: Pertama, membebaskan umat dari belenggu politik yang melilitnya. Kedua, menghadang atau memerangi peradaban materialis. Ketiga, menegakkan sistem Islam yang menyeluruh dan keempat memimpin dunia serta memberikan bimbingan kepada manusia yang baik dan benar. Manakala hal ini sudah berhasil, maka umat bisa mengekspresikan diri sebagai seorang muslim secara kaffah untuk selanjutnya kebebasan pimpinan yang pernah dimiliki bisa diperolehnya kembali. Kehidupan yang Islami pun bisa terlaksana, baik dalam aspek pribadi, keluarga, masyarakat maupun bangsa.</p>
<p align="justify">2.	Melakukan rekonstruksi umat agar mampu bersaing dengan umat lain, bahkan bisa memimpin mereka. Untuk itu, beberapa prinsip penting harus diwujudkan. Pertama, memiliki kekuatan motivasi pribadi yang bersumber dari akidah Islamiyah. Kedua, memiliki persiapan mental/rohani yang baik sehingga mampu mengendalikan hawa nafsu. Ketiga, memerangi rasialisme sehingga yang berkembang adalah ukhuwah, solidaritas dan emansipasi antara pria dengan wanita secara benar. Keempat menyiapkan individu yang memiliki akhlak, keilmuan dan ketrampilan yang sesuai dengan kebutuhan umat. Kelima, melindungi hak-hak asasi manusia, baik moril maupun material. Keenam, memelihara stabilitas negara dengan mencegah dan menumpas tindakan separatis dan kriminal. Ketujuh, menjaga kedaulatan dan batas-batas negara. Karenanya harus selalu digelorakan semangat jihad dan Kedelapan, mewujudkan tanggung jawab membangun peradaban dengan menyebarkan serta memperlihatkan prinsip-prinsip kebenaran Islam.</p>
<p>Keistimewaan Islam </p>
<p align="justify">Sebagai aktivitas yang harus memimpin dan membawa umat kepada Islam, maka satu hal yang harus kita sadari bahwa Islam merupakan agama yang istimewa dan tidak perlu kita ragukan sedikit pun kemampuannya dalam membangun kehidupan yang lebih baik. Menurut Imam Hasan AI Banna, ada sejumlah alasan mengapa kita harus begitu yakin untuk bisa membawa umat ke arah yang lebih baik. Pertama, kebenaran manhaj Islam telah teruji dan sejarah telah menjadi saksi atas keunggulannya. Kedua, manhaj Islam telah berhasil mencetak umat yang unggul, paling kuat, paling utama, paling kasih sayang dan paling diberkati di antara bangsa-bangsa yang ada. Ketiga, Kesucian manhaj Islam membuat Islam begitu mudah diterima, dipahami dan dilaksanakan, apalagi Islam juga memberikan bimbingan kepada umatnya untuk mencintai bangsa dan tanah airnya. Keempat, manhaj Islam mengokohkan persatuan. Dan Kelima, manhaj Islam bersifat sempurna dan menyeluruh.</p>
<p>Kondisi Peradaban Barat </p>
<p align="justify">Dengan penggambaran yang sedemikian jelas di atas, akan terasa sangat aneh apabila ada pemimpin di dunia Islam yang masih mau melirik dan merujuk kepada kehidupan masyarakat Barat dengan segala konsepnya yang rancu dalam menata kehidupan masyarakat dan ini bisa dirasakan dan disaksikan dalam kehidupan Barat kontemporer. Barat dengan kemajuan ilmu dan teknologinya ternyata sedang berada di ambang kebangkrutan peradaban. Bahkan, derita kehancuran Barat tidak hanya dirasakan akibatnya oleh orang barat dan mereka yang hidup di negara-negara Barat, tapi juga umat manusia yang hidup di Timur.</p>
<p align="justify">Contoh dari kehancuran peradaban Barat ini sangat banyak, meskipun kadangkala masyarakat kita pada umumnya tidak menyadari hal itu.<br />
Misalnya, pertama, ketika Barat mendengungkan keamanan dunia, justru mereka yang membangun instabilitas di banyak negara seperti di Timur Tengah.<br />
Kedua, ketika mereka memperjuangkan penegakan hak-hak asasi manusia, justru mereka melakukan tindakan yang melanggar hak asasi manusia seperti yang mereka lakukan di Irak. Ketiga, ketika mereka ingin membangun masyarakat yang bermartabat, justru masyarakat mereka sudah tidak memiliki martabat lagi, bahkan martabat yang lebih rendah dari binatang. Tegasnya, masih banyak contoh-contoh nyata dari kehancuran Barat lainnya. Oleh karena itu, dunia sedang menanti kepemimpinan Islam yang damai, adil dan beradab sebagaimana yang pernah terwujud berabad-abad yang lalu, karenanya pemimpin Islam harus menyadari hal ini sehingga dalam kepemimpinannya mau menjadikan Islam sebagai pedoman dan tuntunan.</p>
<p>Wallahu a’lam </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abinabilah.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abinabilah.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abinabilah.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abinabilah.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abinabilah.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abinabilah.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abinabilah.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abinabilah.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abinabilah.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abinabilah.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abinabilah.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abinabilah.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abinabilah.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abinabilah.wordpress.com/91/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abinabilah.wordpress.com&amp;blog=3115957&amp;post=91&amp;subd=abinabilah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abinabilah.wordpress.com/2008/11/20/tanggung-jawab-pemimpin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/729f5549d074af54c2fe5f58f93c7647?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">abinabilah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Semoga Allah Mempertemukan Kita di Syurga</title>
		<link>http://abinabilah.wordpress.com/2008/11/19/semoga-allah-mempertemukan-kita-di-syurga/</link>
		<comments>http://abinabilah.wordpress.com/2008/11/19/semoga-allah-mempertemukan-kita-di-syurga/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Nov 2008 03:29:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abinabilah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bina Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Curahan Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Islam Wayz]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah dan Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga surga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abinabilah.wordpress.com/2008/11/19/semoga-allah-mempertemukan-kita-di-syurga/</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Barangsiapa yang mengharapkan mati syahid dengan sepenuh hati, maka Allah akan memberikan mati syahid kepadanya, meski ia mati di tempat tidur.&#8221; Dunia, hanya satu terminal dari seluruh fase kehidupan. Hanya Allah yang tahu, rentang usia seorang manusia. Saya, khadijah, sebut saja demikian, menikah dengan Muhammad, 3 Oktober 1993. Muhammad, adalah kakak kelas saya di IPB. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abinabilah.wordpress.com&amp;blog=3115957&amp;post=84&amp;subd=abinabilah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>&#8220;Barangsiapa yang mengharapkan mati syahid dengan sepenuh hati, maka Allah akan memberikan mati syahid kepadanya, meski ia mati di tempat tidur.&#8221;</em></p>
<p align="justify">Dunia, hanya satu terminal dari seluruh fase kehidupan. Hanya Allah yang tahu, rentang usia seorang manusia. Saya, khadijah, sebut saja demikian, menikah dengan Muhammad, 3 Oktober 1993. Muhammad, adalah kakak kelas saya di IPB. Pernikahan saya, melalui tahap yang biasa dilakukan oleh ikhwan dan akhwat. Saya tak pernah mengenal Muhammad sebelumnya. Dan, seperti layaknya pasangan baru, fase ta&#8217;aruf, konflik, dan kematangan pun saya alami.</p>
<p align="justify">Meski baru saling kenal, saya rasakan suami saya sangat sayang pada saya. Seolah, tidak seimbang dengan apa yang saya berikan. Dia banyak membantu. Apalagi ketika saya menyelesaikan tugas akhir kuliah. Bisa dikatakan, ia sekretaris pribadi saya.</p>
<p align="justify">Selama menikah, suami sering mengingatkan saya tentang kematian, tentang syurga, tentang syahid, dan sebagainya. Setiap kami bicara tentang sesuatu, ujung-ujungnya bicara tentang kematian dan indahnya syurga itu bagaimana. Kalau kita bicara soal nikmatnya materi, suami mengaitkannya dengan kenikmatan syurga yang lebih indah. Bahkan, berulang-ulang dia mengatakan, nanti kita ketemu lagi di syurga. Kalau saya ingat kata-kata itu, itu bukan kata-kata kosong. Bahkan itu mempunyai makna yang dalam bagi saya.</p>
<p align="justify">Hari itu, 16 Januari 1996, kami ke rumah orang tua di Jakarta . Seolah suami saya mengembalikan saya kepada orang tua saya. Malam itu juga suami saya mengatakan harus kembali ke Bogor , karena harus mengisi diklat besok paginya. Menurutnya, kalau berangkat pagi dari Jakarta khawatir terlambat.</p>
<p><span id="more-84"></span>
<p align="justify">Mendekati jam 12 malam, saya bangun dari tidur, perut saya sakit, keringat dingin mengucur, rasanya ingin muntah. Saya bilang pada ibu saya, untuk diobati. Saya kira maag saya kambuh. Saya sempat berpikir suami saya di sana sudah istirahat, sudah tenang, sudah sampai, karena berangkat sejak maghrib. Saya juga sempat berharap kalau ada suami saya, mungkin saya dipijitin atau bagaimana, Tapi rupanya pada saat itulah terjadi peristiwa tragis menimpa suami saya.</p>
<p align="justify">Jam tiga malam, saya terbangun. Kemudian saya shalat. Entah kenapa, meskipun badan kurang sehat, saya ingin ngaji. Lama sekali saya menghabiskan lembar demi lembar mushaf kecil saya. Waktu subuh rasanya lama sekali. Badan saya sangat lelah dan akhirnya tertidur hingga subuh.</p>
<p align="justify">Pagi harinya, saya mendapat berita, dari seorang akhwat di Jakarta , bahwa suami saya dalam kondisi kritis, Karena angkutan yang ditumpanginya hancur ditabrak truk Tronton di jalan raya Parung. Sebenarnya, waktu itu suami saya sudah meninggal. Mungkin sengaja beritanya dibuat begitu biar saya tidak kaget. Namun tak lama kemudian, ada seorang ikhwah Jakarta yang memberitahukan bahwa beliau sudah meninggal. &#8220;Inna lillahi wa inna ilaihi raji&#8217;un&#8221;.</p>
<p align="justify">Entah kenapa, mendengar berita itu hati saya tetap tegar. Saya sendiri tak menyangka bisa setegar itu. Saya berusaha membangun keyakinan bahwa suami saya mati syahid. Saya bisa menasehati keluarga dan langsung ke Bogor . Di sana , suami saya sudah dikafani. Sambil menangis, saya menasehati ibu, bahwa dia bukan milik kita. Kita semua bukan milik kita sendiri, tapi milik ALLAH.</p>
<p align="justify">Alhamdulillah Allah memberi kekuatan, Kepada orang-orang yang berta&#8217;ziah waktu itu, saya mengatakan, &#8220;Do&#8217;a kan dia supaya syahid &#8230;.. do&#8217;akan dia supaya syahid.&#8221; Sekali lagi, ketabahan saya saat itu semata datang dari Allah. Kalau tidak, mungkin saya sudah pingsan.</p>
<p align="justify">Menjelang kematiannya yang amat mendadak, saya tidak merasakan firasat atau tanda-tanda khusus. Hanya, seminggu sebelum suami meninggal, anak saya sering menangis, meski dia tidak apa-apa. Mungkin, karena merasa akan ditinggal oleh bapaknya. Entahlah.</p>
<p align="justify">Seperti tuntunan Islam, segala hutang orang yang meninggal harus ditunaikan. Meski tidak ada catatannya, tapi tanpa disadari, saya ingat sekali hutang-hutang suami. Saya memang sering bercanda sama suami, &#8220;Mas kalau ada hutang, catat. Nanti kalau mas meninggal duluan saya tahu saya harus bayar berapa.&#8221; Canda itu memang sering muncul ketika kami bicara masalah kematian. Sampai saya pernah bilang pada suami saya, &#8220;Kalau mas meninggal duluan, saya yang mandiin. Kalau mas meninggal duluan, saya kembali lagi ke ummi, jadi anaknya lagi.&#8221; Semua itu akhirnya menjadi kenyataan.</p>
<p align="justify">Beberapa hari setelah musibah itu, saya harus kembali ke rumah kontrakan di Bogor untuk mengurus surat-surat. Saat saya buka pintunya, tercium baru harum sekali. Hampir seluruh ruangan rumah itu wangi, Saya sempat periksa barangkali sumber wangi itu ada pada buah-buahan, atau yang lainnya. Tapi, tidak ada. Ruangan yang tercium paling wangi, tempat tidur suami dan tempat yang biasa ia gunakan bekerja.</p>
<p align="justify">Beberapa waktu kemudian, dalam tidur, saya mimpi bersalaman dengan dia. Saya cium tangannya, Saat itu dia mendo&#8217;akan saya: <em>&#8220;Zawadakillahu taqwa waghafara dzanbaki, wa yassara laki haitsu ma kunti&#8221;. (Semoga Allah menambah ketaqwaan padamu, mengampuni dosamu, dan mempermudah segala urusanmu di mana saja)</em>. Sambil menangis, saya balas do&#8217;a itu dengan do&#8217;a serupa.</p>
<p align="justify">Semasa suami masih hidup, do&#8217;a itu memang biasa kami ucapkan ketika kami berpisah. Saya biasa mencium tangan suami bila ia ingin keluar rumah. Ketika kami saling mengingat, kami juga saling mendo&#8217;akan.</p>
<p align="justify">Banyak do&#8217;a-do&#8217;a yang diajarkan suami saya. Ketika saya sakit, suami saya menulis do&#8217;a di white board. Sampai sekarang saya selalu baca do&#8217;a itu. Anak saya juga hafal. Saya banyak belajar darinya. Dia guru saya yang paling baik. Dia juga bisa menjelaskan bagaimana indahnya syurga. Bagaimana indahnya syahid.</p>
<p align="justify">Ketika suami meninggal, saya sedang hamil satu bulan, anak yang kedua. Namanya sudah dipersiapkan oleh suami saya, Ahmad Qassam Amrul Haq, kalau lahir laki-laki. Katanya Qassam itu diambil dari nama Izzuddin Al Qassam. Izzuddinnya sudah sering dipakai, dia ingin mengunakan nama Qassam-nya. Lalu, Amrul Haq itu memang nama yang paling dia sukai. Kalau dia menulis di beberapa media, nama samarannya Abu Amrul Haq.</p>
<p align="justify">Banyak kesan baik dan kenangan indah yang saya alami bersama suami. Menjelang kematiannya, saya pernah berta&#8217;ziyah ke rumah salah seorang teman yang meninggal. Sepulang suami saya dari kerja, saya pernah tanya pada suami, &#8220;Mas, kepikiran ngga&#8217; tentang mati ?&#8221; Kami tidak saling menatap. Suami saya hanya bilang, &#8220;Memang ya, tidak ada yang tahu kapan kematian itu akan datang, persiapkan saja diri kita.&#8221;</p>
<p align="justify">Waktu saya wisuda, 13 Januari 1996, saya sempat bertanya pada suami, &#8220;Mas nanti saya kerja di mana ?&#8221; Suami diam saja sejenak. Akhirnya suami saya mengatakan, supaya wanita itu memelihara jati diri. Saya bertanya, &#8220;Maksudnya apa ?&#8221; &#8220;Beribadah, bekerja membantu suaminya, dan bermasyarakat. &#8221; Saya berpikir bahwa saya harus mengurus rumah tangga dengan baik. Tidak usah memikirkan pekerjaan.</p>
<p align="justify">Alhamdulillah, setelah suami saya meninggal, Masya Allah, saya menerima rejeki banyak sekali, lebih dari tiga belas juta. Saya tidak mengira, sampai bingung, diapakan uang sebanyak ini.</p>
<p align="justify">Sekarang, setiap bulan saya hidup dari pensiun pegawai negeri suami. Meskipun sedikit, tapi saya merasa cukup. Dan rejeki dari Allah tetap saja mengalir. Allah memang memberikan rejeki kepada siapa saja yang dan tidak tergantung kepada siapa saja. Katakanlah, meski suami saya tidak ada, tapi rejeki Allah itu tidak akan pernah habis.</p>
<p align="justify">Insya Allah saya optimis dengan anak-anak saya. Saya ingat sabda Nabi, <em>&#8220;Aku dan pengasuh anak yatim seperti ini,&#8221; sambil mengangkat dua jari tangannya</em>. Saya bukan pengasuh anak yatim, tapi ibunya anak yatim. Meski masih kecil-kecil, saya sudah merasakan kedewasaan mereka lebih cepat mengerti tentang kematian, tentang neraka, tentang syurga, bahkan tentang syahid.</p>
<p>Rejeki yang saya terima, tak mustahil lantaran keberkahan mereka.</p>
<p>Dzikroyat, Tarbawi, Edisi 1 Th. 1 31 Mei 1999M / 15 Shafar 1420 H</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abinabilah.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abinabilah.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abinabilah.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abinabilah.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abinabilah.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abinabilah.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abinabilah.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abinabilah.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abinabilah.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abinabilah.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abinabilah.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abinabilah.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abinabilah.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abinabilah.wordpress.com/84/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abinabilah.wordpress.com&amp;blog=3115957&amp;post=84&amp;subd=abinabilah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abinabilah.wordpress.com/2008/11/19/semoga-allah-mempertemukan-kita-di-syurga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/729f5549d074af54c2fe5f58f93c7647?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">abinabilah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ma&#8217;rifatullah[Al-Hafizhu]</title>
		<link>http://abinabilah.wordpress.com/2008/11/13/marifatullah-al-hafizhu/</link>
		<comments>http://abinabilah.wordpress.com/2008/11/13/marifatullah-al-hafizhu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Nov 2008 01:25:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abinabilah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akidah]]></category>
		<category><![CDATA[Islam Wayz]]></category>
		<category><![CDATA[Alhafizhu]]></category>
		<category><![CDATA[Ma'rifatullah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abinabilah.wordpress.com/?p=53</guid>
		<description><![CDATA[ALLAH yang MAHA MEMELIHARA [ ALHAFIZHU ] ألحَفِيظُ Oleh :Abu Nabilah Ma’rifatullah Ma’rifatullah atau mengenal Allah adalah hal utama yang harus disempurnakan oleh seorang muslim. Mengapa kita perlu mengenal Allah ?. Banyak alasan yang mendasar hingga kita perlu mengenal Allah sebagai Dzat yang menciptakan kita dan alam semesta ini, tetapi yang utama dalam mengenal Allah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abinabilah.wordpress.com&amp;blog=3115957&amp;post=53&amp;subd=abinabilah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong><span style="text-decoration:underline;">ALLAH yang MAHA MEMELIHARA </span></strong></p>
<p align="center"><strong><span style="text-decoration:underline;">[ ALHAFIZHU ]</span></strong></p>
<p align="center"><strong></strong></p>
<p align="center"><span style="font-size:xx-large;">ألحَفِيظُ</span></p>
<p><span style="color:#008000;"><em>Oleh :Abu Nabilah</em></span></p>
<p><strong>Ma’rifatullah</strong></p>
<p align="justify"><em>Ma’rifatullah</em> atau mengenal Allah adalah hal utama yang harus disempurnakan oleh seorang muslim. Mengapa kita perlu mengenal Allah ?.</p>
<p align="justify">Banyak alasan yang mendasar hingga kita perlu mengenal Allah sebagai Dzat yang menciptakan kita dan alam semesta ini, tetapi yang utama dalam mengenal Allah SWT itu adalah untuk lebih meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada-Nya, karena kita telah memahami keberadaan Allah melalui ma’rifatullah.</p>
<p><strong></strong></p>
<p align="justify"><strong>Alhafizhu, </strong><span style="font-size:x-large;">ألحَفِيظُ</span><strong><span style="font-size:small;"> </span>: ALLAH yang MAHA MEMELIHARA</strong></p>
<p align="justify">Salah satu sifat Allah yang harus kita kenal adalah <span style="font-size:large;">ألحَفِيظُ</span> [<strong>Al-Hafizhu]</strong>, yaitu Allah yang <strong>Maha Memelihara</strong>.</p>
<p align="justify">Sejak manusia di rahim ibundanya hingga ia dipanggil kembali ke hadapan Allah, maka sesungguhnya segala kehidupannya itu telah Allah gariskan, telah Allah atur dan pelihara. Bahkan sebelum penciptaan makhluq di bumi ini, Allah telah lebih dahulu menciptakan alam semesta ini dengan penuh kesempurnaan, dan Allah SWT yang menjaga kesempurnaan itu dengan <strong><em>memelihara</em></strong> agar segala sesuatunya berjalan sesuai dengan kehendak-Nya. <strong><em>Tidak ada yang sia-sia</em></strong> dalam penciptaan Allah SWT, tidak ada kerugian dan kesalahan dari penciptaan-Nya, sebagaimana ditegaskan oleh Allah SWT dalam firman-Nya :</p>
<p><span style="font-size:large;">إن في خلق السماوات والأرض واختلاف الليل والنهار لآيات لأولي الألباب </span></p>
<p><span style="font-size:large;">الذين يذكرون الله قياما وقعودا وعلى جنوبهم ويتفكرون في خلق السماوات والأرض ربنا ما خلقت هذا باطلا سبحانك فقنا عذاب النار</span></p>
<p align="justify"><strong>(190)</strong> Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. <strong>(191)</strong> (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): &#8220;<strong>Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia</strong>, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. [Qs.Al-Imran :190-191]</p>
<p align="justify">dari ayat di atas, telah jelas Allah mengklaim bahwa Allah lah yang menciptakan langit, bumi dan seluruh alam semesta. Allah SWT adalah Pencipta alam semesta dan seisinya ini, sehingga hanya Allah lah yang mengenal dan mempunyai kesempurnaan ilmu atas hasil ciptaan-Nya, dan hanya ALLAH lah yang sanggup untuk menjaga dan memelihara hasil ciptaan-Nya itu agar tetap sesuai dengan kehendak-Nya.</p>
<p align="justify">Bila kita memikirkan tentang penciptaan alam semesta ini, maka kita akan dapat melihat ke-Maha-an Allah dalam memelihara ciptaan-Nya ini. Allah SWT menciptakan alam semesta ini tanpa cacat, mulai dari asal mula terbentuknya, hingga cara kerja hukum-hukum yang menjaga <strong><em>keteraturan</em></strong> dan <strong><em>keseimbangan</em></strong> pada alam semesta yang senantiasa bergerak, berubah, dan memuai.</p>
<p align="justify">SubhanAllah, tiada satupun makhluq yang sanggup menjaga keteraturan dan keseimbangan alam semesta yang dinamis ini, bahkan untuk menjaga orbit bulan sekalipun agar tetap beredar pada garis edar (orbit)nya. Kita dapat membayangkan, berjuta-juta benda langit seperti matahari, bintang, planet, bulan, meteor, dan makhluq hidup disana yang ALLAH sebarkan diantara langit dan bumi, yang senantiasa bergerak dinamis dengan serasi tanpa bertabrakan antara satu dengan lainnya. Padahal jika kita cermati dengan seksama, garis edar (orbit) benda-benda langit tersebut banyak yang saling memotong garis edar satu benda dengan garis edar benda langit lainnya. Yang membuat semua itu tetap teratur dan serasi hanyalah dalam <strong>Pemeliharaan Allah SWT</strong>. Tidak ada satu makhluq pun yang sanggup menjaga keseimbangan alam tersebut.</p>
<p>Kiranya benar firman Allah :</p>
<p><span style="font-size:large;">الذي خلق سبع سماوات طباقا ما ترى في خلق الرحمن من تفاوت فارجع البصر هل ترى من فطور </span></p>
<p><span style="font-size:large;">ثم ارجع البصر كرتين ينقلب إليك البصر خاسأ وهو حسير</span></p>
<p align="justify"><strong>(3)</strong>Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah <strong><em>sesuatu yang tidak seimbang</em></strong>. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat <strong>sesuatu yang tidak seimbang ? .(4)</strong>Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu <strong>cacat</strong> dan penglihatanmu itupun dalam keadaan payah. [Qs.Al-Mulk : 3-4]</p>
<p align="justify">Ayat di atas jelas menyatakan bahwa hanya Ar-Rahman yang Maha Memelihara ciptaan-Nya dalam keseimbangan dan tanpa cacat. Allah SWT yang menjaga segala sesuatunya serasi sesuai kehendak-Nya hingga akhir zaman nanti, bahkan dengan ciptaan alam semesta yang senantiasa bergerak dinamis pun, Allah SWT yang mengatur, memelihara dan menjaga agar masing-masing berjalan sesuai dengan fungsinya. Sedangkan manusia, hanyalah diberi sedikit <em>ilmu</em> oleh Allah SWT untuk memahami ciptaan-Nya tersebut.</p>
<p align="justify">Begitupun dengan kehidupan di bumi, semua makhluq ciptaan Allah SWT menjalani kehidupannya sesuai <strong><em>sunnatullah</em></strong> dan Allah SWT memelihara mereka semua. Maha Suci Allah yang tidak melalaikan hak satu makhluq pun dalam kehidupan di bumi. Jika kita melihat fenomena kehidupan makhluq di bumi seperti <strong>rantai makanan</strong>, maka sebagai orang beriman, kita akan paham bahwa itu adalah salah satu pemeliharaan Allah SWT terhadap keberlangsungan kehidupan makhluq di bumi. Rantai makanan tidak terjadi begitu saja, tetapi itu semua telah diatur oleh Allah SWT dengan cermat dan teliti, hingga makhluq Allah sekecil bakteri pengurai pun bisa tetap mempertahankan kehidupannya di bumi Allah.</p>
<p align="justify">Jadi jelaslah, bahwa segala penciptaan langit dan bumi serta makhluq yang mengisinya, semuanya adalah hak dan ciptaan Allah SWT. Tidak ada makhluq yang sanggup menandingi ilmu dan pengetahuan akan ciptaan-Nya kecuali hanya Sang Khaliq, Sang Pencipta. Oleh karena itu hanya Allah SWT sajalah yang sanggup memelihara ciptaan-Nya sesuai dengan <strong><em>Ilmu</em></strong> dan <strong><em>Iradah-Nya</em></strong>.</p>
<p align="justify">Allah SWT Maha Memelihara ciptaan-Nya dalam keteraturan dan keseimbangan. Allah SWT Memelihara setiap ciptaan-Nya tanpa cacat dan tidaklah sia-sia, segala sesuatunya telah Allah perhitungan menurut Ilmu-Nya dan segala sesuatunya telah Allah SWT pelihara sesuai dengan hak-Nya.</p>
<p>Maha Kuasa Allah, dan Maha Memelihara atas setiap ciptaan-Nya.</p>
<p>Al-Haqqu mirRabbikum,</p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;">Maraji’</span></strong></p>
<ol>
<li>”Al Qur’an Digital”, Freeware versi 2.1, www.alquran-digital.com</li>
<li>”Ma’rifatullah”, Dr. Irwan Prayitno, Pustaka Tarbiatuna, PondokGede-Bekasi</li>
<li>”Menyingkap Rahasia Alam Semesta”, Harun Yahya, Dzikra, Bandung</li>
</ol>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abinabilah.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abinabilah.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abinabilah.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abinabilah.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abinabilah.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abinabilah.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abinabilah.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abinabilah.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abinabilah.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abinabilah.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abinabilah.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abinabilah.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abinabilah.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abinabilah.wordpress.com/53/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abinabilah.wordpress.com&amp;blog=3115957&amp;post=53&amp;subd=abinabilah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abinabilah.wordpress.com/2008/11/13/marifatullah-al-hafizhu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/729f5549d074af54c2fe5f58f93c7647?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">abinabilah</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
